Nagelsmann: Jerman Bukan Lagi Tim Kelas Dunia
- 30 Jun 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Julian Nagelsmann mengakui Jerman tidak lagi berada di level tim elit setelah kembali gagal di Piala Dunia.
- Jerman tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay usai bermain imbang 1-1.
- Nagelsmann menegaskan ingin tetap menjadi pelatih jika masih mendapat kepercayaan DFB.
RRI.CO.ID, Jakarta – Julian Nagelsmann mengakui Jerman tak lagi berada di jajaran tim elit setelah kembali tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026. Meski demikian, pelatih berusia 38 tahun itu tetap berharap mendapat kepercayaan untuk melanjutkan tugasnya.
Jerman gagal melaju ke perempat final setelah bermain imbang 1-1 melawan Paraguay hingga babak tambahan pada Selasa, 30 Juni 2026. Adu penalti kemudian dimenangi Paraguay setelah Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal mencetak gol.
Kegagalan ini menjadi eliminasi ketiga beruntun Jerman pada ajang Piala Dunia. Sebelumnya, Der Panzer juga tersingkir pada fase grup edisi 2018 dan 2022.
Usai pertandingan, Nagelsmann menilai hasil tersebut belum memenuhi standar sepak bola Jerman. Ia mengaku kecewa melihat timnya kembali gagal melangkah lebih jauh.
"Kami tersingkir pada tahap pertama, dan itu tidak cukup bagi sepak bola Jerman. Ini eliminasi ketiga berturut-turut sehingga kami bukan lagi bagian dari tim kelas dunia. Saya kecewa,” ujarnya.
Nagelsmann mulai menangani Jerman sejak 2023 dan masih terikat kontrak hingga Piala Eropa 2028. Meski demikian, masa depannya bersama Die Mannschaft menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam konferensi pers seusai laga.
Menyadari banyak pihak menginginkan pergantian pelatih, Nagelsmann menegaskan tidak akan mengundurkan diri. Ia menyatakan siap melanjutkan pekerjaannya jika tetap dipercaya Federasi Sepak Bola Jerman.
"Jika DFB (Federasi Sepak Bola Jerman) menginginkan saya, saya akan terus melatih. Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin bertahan jika DFB masih menghendaki,” kata Nagelsmann.
Ia menyadari penampilannya selama turnamen belum memuaskan publik Jerman. Namun, Nagelsmann menegaskan dirinya bukan sosok yang akan meninggalkan tanggung jawab begitu saja.
“Kami tidak banyak menunjukkan hasil selama turnamen ini. Tetapi saya bukan orang yang lari dari tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Jerman, Kai Havertz, menyampaikan permintaan maaf setelah tersingkir dari babak 32 besar. Meski sempat mencetak gol penyeimbang, Havertz gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna.
"Saya sedikit kehilangan kata-kata. Ini Piala Dunia kedua saya dan keduanya tidak menghasilkan apa pun, yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," ujar Havertz usai pertandingan.
Jerman sejatinya memulai turnamen ini dengan kemenangan meyakinkan 7-1 atas Curacao. Der Panzer kemudian menang tipis 2-1 atas Pantai Gading, sebelum kalah 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup.
Kekalahan adu penalti dari Paraguay di babak 32 besar memperpanjang tren buruk Jerman di Piala Dunia. Sejak menjuarai edisi 2014, Jerman masih belum berhasil memenangi pertandingan di fase gugur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....