Brasil vs Skotlandia, Pengamat Bola: Ancelotti Membawa Perubahan
- 24 Jun 2026 18:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 memasuki pekan ketiga yang merupakan minggu terakhir fase grup berlangsung
- Brasil masih harus melewati satu laga lagi untuk dapat melangkah ke babak selanjutnya
- Pengamat sepak bola, Alief Syachviar menilai Brasil di Piala Dunia tahun ini telah melakukan sebuah revolusi besar
RRI.CO.ID, Jakarta – Piala Dunia 2026 memasuki pekan ketiga yang merupakan minggu terakhir fase grup berlangsung. Beberapa tim nasional, termasuk tuan rumah turnamen Amerika Serikat dan Meksiko, telah dipastikan melangkah ke babak 32 besar.
Kendati demikian, kejutan datang dari Brasil yang masih melewati satu laga lagi untuk dapat melangkah ke babak selanjutnya. Perolehan 4 poin yang dimiliki Seleção belum cukup untuk memastikan mereka finis sebagai tim pemuncak klasemen.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti itu masih harus berhadapan dengan Skotlandia di laga pamungkas fase Grup C Piala Dunia 2026. Kemenangan menjadi suatu kewajiban untuk Brasil meneruskan tradisi memuncaki klasemen grup Piala Dunia sejak 1982.
Pengamat sepak bola, Alief Syachviar menilai Brasil di Piala Dunia tahun ini telah melakukan sebuah revolusi besar. Menurutnya, kehadiran Carlo Ancelotti dari Italia menjadi bukti Tim Negeri Samba tersebut berani tampil unik.
“Brasil sebagai negara pemegang gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya berani untuk open-minded, membuka diri, kemudian menarik pelatih asing. Pelatih asing yang dicari ini adalah pelatih yang tepat,” jelas bung Alief saat diwawancarai PRO3 RRI, Rabu, 24 Juni 2026.
Alief melanjutkan, meski Brasil sempat bermain kurang meyakinkan di pertandingan pembuka, perubahan yang dibawa Ancelotti sudah terlihat. “Brasil di Piala Dunia 2026 ini memang terlihat sedikit gamang. Tapi, pelatih Ancelotti ini sudah terlihat ingin membawa Brasil untuk tampil out-of-the-box,” terangnya.
Permainan sederhana tanpa menghilangkan jati diri Brasil yang bermain cepat menjadi poin tambahan yang dibawa Ancelotti. “Brasil bermain lebih pragmatis, bermain lebih cepat, bermain lebih simple, fokus untuk membuat gol,” terang bung Alief.
Sementara melihat rekor head-to-head, Brasil mendominasi Skotlandia dengan tidak terkalahkan dalam empat pertemuan Piala Dunia sebelumnya (menang 3, seri 1). Meski demikian, bung Alief menilai catatan tersebut kadang tidak selalu relevan di Piala Dunia.
“Pertemuan terakhir Brasil dengan Skotlandia di Piala Dunia adalah pada tahun 1998, jadi situasinya sudah sangat berbeda. Tapi saya melihat, Brasil tentu juga punya beban melawan Skotlandia yang juga ingin membuat sejarah,” terangnya.
Menurut bung Alief hal tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya untuk Brasil dibawah binaan Carlo Ancelotti. Terlebih di Piala Dunia 2026, banyak tim nasional yang dipandang sebelah mata, seperti tanjung Verde, tampil luar biasa.
Kemenangan atas Skotlandia di laga pamungkas ini akan menjadi pembuktian atas kepemimpinan yang dibawa Ancelotti ke Brasil. Perubahan pola permainan yang lebih serius, namun sederhana ini, menurut bung Alief cukup membuka peluang Brasil kembali menjadi juara.
“Brasil berpeluang kembali merebut gelar juara, karena penyebab utamanya adalah Carlo Ancelotti. Dengan kualitas pemain luar biasa, yang dibutuhkan Brasil adalah pelatih yang punya leadership yang bagus dan memberikan kesempatan pemain untuk berkembang,” pungkas bung Alief.
Laga antara Brasil dan Skotlandia ini akan berlangsung di Hard Rock Stadium, Florida, Amerika Serikat, Kamis 25 Juni 2026. Pertandingan akan disiarkan secara langsung di TVRI Sport mulai pukul 05:00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....