Alami Patah Kaki, Isamel Kone Dipastikan Absen hingga Piala Dunia Berakhir

  • 19 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kanada hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
  • Kanada mencatat kemenangan pertama sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia dengan skor 6-0 atas Qatar.
  • Ismael Koné mengalami patah kaki akibat tekel Assim Madibo dan dipastikan mengakhiri turnamen lebih cepat.

RRI.CO.ID, Vancouver – Kanada meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah Piala Dunia dengan menghancurkan Qatar 6-0 pada Jumat, 19 Juni 2026. Namun, cedera serius yang dialami Ismael Koné membayangi pesta kemenangan di Stadion BC Place, Vancouver, tersebut.

Insiden terjadi delapan menit setelah babak kedua dimulai saat Kanada unggul 3-0. Koné mendapat tekel keras dari pemain Qatar, Assim Madibo, ketika berupaya mempertahankan penguasaan bola.

Reaksi para pemain langsung menunjukkan beratnya cedera yang dialami Koné. Gelandang Sassuolo berusia 24 tahun itu tampak kesakitan dengan kondisi kaki yang terlihat patah.

Tim medis segera memasuki lapangan setelah wasit menghentikan pertandingan. Ketegangan meningkat hingga memicu keributan antara pemain kedua tim.

Koné sempat mendapat perawatan pertama di lapangan, sebelum ditandu ke luar oleh tim medis. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cedera tersebut dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026. Meski demikian, Koné tetap memberi semangat dengan mengangkat jempol ke arah penonton saat dibawa keluar menggunakan tandu.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku seluruh tim terguncang oleh insiden tersebut. “Semua orang terpukul karena cedera itu dan Ismael adalah bagian penting tim kami,” kata Marsch usai pertandingan.

Marsch mengatakan Koné telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Ia juga menegaskan kehilangan sang gelandang akan menjadi kerugian besar bagi Kanada.

"Dia akan kembali lebih kuat dari sebelumnya dan akan terus memiliki karier yang hebat. Saya mengatakan saat jeda minum bahwa dia pasti ingin kami menuntaskan pertandingan ini, dan itulah yang kami lakukan,” ujarnya.

Kanada tetap menjaga fokus setelah insiden itu dan menambah tiga gol lagi. Marsch menyebut karakter kuat tim membantunya melewati situasi sulit tersebut.

Selain itu, pelatih asal Amerika Serikat itu menambahkan Madibo telah meminta maaf usai insiden tersebut. Gelandang Qatar tersebut mengunjungi ruang ganti Kanada dan menyebut insiden tersebut adalah kejadian yang tidak disengaja.

"Dia datang ke ruang ganti untuk meminta maaf, saya tidak berpikir dia berniat melakukan tekel seburuk itu. Saya tidak menyalahkannya, tetapi saya tidak memahami reaksi dari bangku cadangan mereka," kata Marsch.

Sementara itu, kemenangan meyakinkan atas Qatar tersebut berhasil membawa Kanada semakin dekat ke babak 32 besar. Tim asuhan Jesse Marsch kini hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk memastikan kelolosan ke fase gugur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....