Aturan Jeda Minum Piala Dunia Tuai Sorotan, Dinilai Ganggu Momentum Pertandingan

  • 18 Jun 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FIFA menerapkan aturan hydration breaks di Piala Dunia 2026
  • Jeda minum dilakukan pada menit ke-22 setiap babak selama tiga menit
  • FIFA tetap menerapkan aturan di seluruh stadion, termasuk yang berpendingin udara

RRI.CO.ID,Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah aturan baru untuk menyesuaikan kondisi cuaca panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penerapan hydration breaks atau jeda minum di tengah setiap babak pertandingan.

FIFA menerapkan aturan untuk membantu pemain menghadapi suhu tinggi di sejumlah lokasi pertandingan dapat melampaui 32 derajat Celsius. Namun, kebijakan itu memunculkan perdebatan karena dinilai berpotensi mengganggu ritme permainan.

Sorotan mengemuka setelah Curacao memberikan kejutan saat menghadapi Jerman pada laga fase grup di Houston. Tim debutan tersebut sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum pertandingan dihentikan untuk jeda minum.

Setelah laga kembali dilanjutkan, Curacao kehilangan momentum dan akhirnya menelan kekalahan telak 1-7. Situasi itu memunculkan anggapan bahwa penghentian pertandingan turut memengaruhi performa tim yang sebelumnya sedang berada dalam tren positif.

Mantan penyerang Inggris, Alan Shearer, mengaku prihatin dengan apa yang dialami Curacao. Hydration breaks menghentikan momentum pertandingan.

"Saya sebenarnya merasa kasihan kepada mereka. Mereka mencetak gol dan mungkin sekitar 30 detik setelah itu pertandingan berhenti, jadi itu membunuh momentum mereka," ujar Shearer.

Data awal turnamen menunjukkan delapan dari 16 pertandingan pertama menghasilkan gol dalam kurun 10 menit setelah laga kembali dimulai usai jeda minum. Fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa jeda juga menjadi momen penting bagi pelatih memberikan instruksi tambahan.

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mengakui jeda tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki permainan tim. Menurutnya, kesempatan singkat itu memungkinkan staf pelatih menyampaikan evaluasi dan arahan yang diperlukan kepada para pemain.

Kondisi serupa juga dialami Maroko saat menghadapi Brasil. Setelah tampil dominan dan unggul sebelum jeda pertama, mereka kebobolan kurang dari 10 menit setelah pertandingan kembali berjalan.

Sesuai regulasi FIFA, wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak dan pemain diberikan waktu tiga menit untuk melakukan hidrasi. Aturan ini diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan cuaca, lokasi pertandingan, maupun jenis stadion.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....