Son Heung-min Diejek, Timnas Korea Selatan Boikot Wartawan di Piala Dunia 2026

  • 17 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemain Korea Selatan diduga boikot media lokal setelah bocornya rekaman percakapan jurnalis yang menyinggung Son Heung-min.
  • KFA menyayangkan komentar tidak pantas tersebut dan meminta media bersikap lebih bijak terhadap tim nasional.
  • Hingga kini belum ada kepastian kapan para pemain akan mengakhiri boikot, meski Son disebut telah menerima permintaan maaf dari pihak media.

RRI.CO.ID, Guadalajara – Para pemain Timnas Korea Selatan diduga membuat keputusan untuk melakukan boikot terhadap media lokal. Aksi tersebut menyusul kontroversi yang melibatkan sejumlah wartawan media Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, sebuah rekaman suara percakapan bocor ke publik lewat siaran langsung televisi. Melansir laporan The Telegraph, kejadian itu terjadi saat sesi latihan di Guadalajara pada 7 Juni.

Dalam rekaman suara tersebut, para wartawan itu seolah mengejek Son Heung-min yang tak pantas memimpin latihan tim. Tak hanya itu, komentar bernada sindiran terkait status wajib militer Son dan para pemain Korea Selatan juga terdengar.

Untuk diketahui, Son memperoleh pembebasan wajib militer penuh setelah meraih emas Asian Games 2018. Saat itu ia memimpin Korea Selatan sebagai kapten menuju gelar juara.

Walau dapat pengecualian, Son sebenarnya tetap mengikuti pelatihan dasar militer selama tiga pekan. Program tersebut dijalaninya bersama satuan Korps Marinir pada 2020.

Akibat kejadian tersebut, sang kapten sempat dikabarkan menolak berbicara kepada media Korea Selatan setelah laga pembuka Korea Selatan kontra Republik Ceko pada Jumat, 12 Juni lalu.

Sejumlah agenda wawancara pemain setelahnya juga dilaporkan batal. Para pemain menolak memberikan pernyataan kepada wartawan Korea Selatan sebagai bentuk protes.

Situasi ini mendorong Asosiasi Sepak Bola Korea (Korea Football Association/KFA) mengeluarkan pernyataan resmi. "Asosiasi Sepak Bola Korea menyampaikan penyesalan atas komentar tidak pantas sejumlah personel media," tulis KFA.

"Kami mewakili Korea Selatan di panggung dunia dengan penuh tanggung jawab. Namun kebocoran percakapan tidak pantas itu menimbulkan kekecewaan dan kegaduhan," ujar mereka dalam keteranagn resmi tersebut.

KFA menegaskan tetap menghormati tugas jurnalistik dan peran media. Namun mereka juga menuntut perilaku lebih bijak terhadap para pemain dan tim nasional.

Lebih lanjut, dampak insiden ini juga berujung pada pengunduran diri kepala pers rombongan media Korea Selatan yang meliput Piala Dunia 2026. Tindakan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab sang pimpinan atas kegaduhan yang terjadi.

Kepala pers yang baru kabarnya juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. Son Heung-min disebut telah menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi.

Namun, terkait apakah seluruh pemain Korsel akan mengakhiri boikot terhadap media domestik. Sampai sekarang masih belum ada kepastian.

Atas segala hal yang terjadi, Korea Selatan tetap diwajibkan menjalani aktivitas media resmi yang ditentukan FIFA. Bagaimanapun aktivitas tersebut merupakan ketentuan yang berlaku bagi seluruh peserta selama Piala Dunia berlangsung.

Korea Selatan akan menghadapi Meksiko pada 19 Juni mendatang. Mereka akan menutup fase grup melawan Afrika Selatan pada 25 Juni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....