Nobar Piala Dunia di Pagururan Pacu Sektor Usaha Kecil
- 17 Jun 2026 01:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Relawan Lamhot Sinaga menyelenggarakan kegiatan nonton bersama laga sepak bola Piala Dunia di Pagururan.
- Kegiatan nonton bersama tersebut bertujuan untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro setempat.
- Lamhot Sinaga mengapresiasi peran Televisi Republik Indonesia yang menyiarkan pertandingan olahraga berskala internasional.
RRI.CO.ID, Pagururan - Ratusan warga menonton laga Spanyol melawan Tanjung Verde untuk menggerakkan sektor ekonomi usaha kecil. Kegiatan nonton bersama tersebut berlangsung di Rumah Makan Sederhana daerah Pagururan Provinsi Sumatera Utara.
Acara olahraga dunia empat tahunan ini menjadi sarana interaksi sosial sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang setempat. Pihak penyelenggara melaporkan pelaksanaan momentum kebersamaan warga tersebut pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Lamhot Sinaga menjelaskan potensi ekonomi. Kelompok Relawan Lamhot Sinaga (Relasi) menginisiasi penyediaan fasilitas layar lebar untuk menyukseskan acara tersebut.
“Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama,” ujar Lamhot dalam keterangannya, Selasa, 16 Juni 2026.
Lamhot menambahkan bahwa dampak positif perhelatan skala global tersebut dapat menjangkau pelaku usaha daerah. Peluang nyata tersebut meliputi sektor kuliner serta perdagangan kreatif milik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar,” kata Lamhot.
Ia mengapresiasi penayangan pertandingan oleh Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk masyarakat luas. Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) asal Humbang Hasundutan tersebut menilai akses siaran merupakan hal penting.
“Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan positif serupa terus berjalan secara konsisten dengan melibatkan seluruh elemen warga lokal. Inisiatif ini bermanfaat sebagai wadah hiburan sekaligus memicu ruang kreativitas berbasis komunitas daerah setempat.
“Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah nilai tambah dari sebuah momentum besar seperti Piala Dunia,” kata Lamhot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....