Grup H Memanas, Empat Tim Masih Punya Peluang Sama
- 16 Jun 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hasil imbang pada dua laga pembuka membuat seluruh tim di Grup H sama-sama mengoleksi satu poin.
- Pengamat sepak bola Ugung Dwi Ario Wibowo menilai persaingan Grup H kini semakin terbuka dan sulit diprediksi.
- Meski gagal menang atas Tanjung Verde, Spanyol masih difavoritkan lolos ke babak berikutnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hasil imbang pada dua laga pembuka membuat persaingan Grup H Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Spanyol ditahan Tanjung Verde 0-0, sementara Arab Saudi bermain imbang 1-1 melawan Uruguay.
Situasi tersebut membuat seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin usai pertandingan pertama. Belum ada tim yang mampu mengambil keuntungan dalam perebutan tiket ke babak berikutnya.
Pengamat sepak bola, Ugung Dwi Ario Wibowo, menilai hasil ini membuat peta persaingan Grup H menjadi sulit diprediksi. Menurutnya, semua tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos.
Ia menilai tidak ada tim yang bisa merasa aman setelah hasil laga pembuka. "Saat ini semuanya punya satu poin, jadi penentunya ada di pertandingan kedua dan ketiga," kata Ugung, Selasa, 16 Juni 2026.
Ugung menyoroti keberhasilan Tanjung Verde meredam Spanyol yang lebih diunggulkan. Strategi bertahan total membuat permainan tiki-taka Spanyol tidak berkembang sepanjang pertandingan.
"Skema parkir bus yang diterapkan Tanjung Verde terbukti sangat efektif menghadapi Spanyol," ujarnya. Dominasi penguasaan bola, lanjut Ugung, disayangkan karena gagal menghasilkan gol bagi La Furia Roja.
Menurut Ugung, hasil tersebut juga bisa menjadi referensi bagi lawan-lawan Spanyol berikutnya. Arab Saudi maupun Uruguay berpotensi meniru pendekatan defensif yang digunakan Tanjung Verde.
"Bisa saja Uruguay atau Arab Saudi mencoba strategi serupa karena terbukti mampu meredam Spanyol," katanya. Terlebih, Spanyol terlihat kesulitan menembus pertahanan yang bermain sangat rapat.
Meski demikian, Ugung belum melihat hasil imbang ini sebagai ancaman serius bagi peluang Spanyol. Ia menilai tim asuhan Luis de la Fuente masih menjadi kandidat terkuat di Grup H.
"Pertandingan pertama bukan ukuran mutlak kekuatan sebuah tim di turnamen besar," kata Ugung. Ia mengingatkan Spanyol pernah gagal menang di laga awal sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
Kehadiran pemain seperti Lamine Yamal dan Nico Williams diyakini dapat meningkatkan ketajaman serangan Spanyol. Selain itu, faktor cuaca panas dan kekuatan fisik Tanjung Verde juga memengaruhi jalannya laga.
Di sisi lain, Arab Saudi juga menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap grup. Hasil imbang melawan Uruguay menjadi bukti bahwa tim berjuluk Green Falcons mampu bersaing dengan tim unggulan.
Ugung menilai Arab Saudi memiliki gaya bermain yang lebih seimbang dibanding Tanjung Verde. Tim Timur Tengah itu dinilai mampu mengombinasikan permainan menyerang dan bertahan dengan cukup baik.
Sementara Uruguay masih dianggap memiliki kualitas untuk bangkit pada dua laga tersisa. Namun, Ugung melihat Uruguay saat ini tidak lagi sekuat era Luis Suarez dan Edinson Cavani.
"Uruguay masih berbahaya, tetapi komposisi pemainnya sudah berbeda dibanding beberapa tahun lalu," ujar Ugung. Karena itu, peluang lolos masih terbuka bagi seluruh kontestan Grup H.
Menghadapi laga kedua, Spanyol akan bertemu Arab Saudi, sedangkan Uruguay menghadapi Tanjung Verde. Hasil dua pertandingan tersebut diprediksi menjadi penentu arah persaingan Grup H.
. Namun, ia menegaskan bahwa kejutan masih sangat mungkin terjadi setelah hasil imbang pada laga pembuka. "Saya masih melihat Spanyol memiliki peluang terbesar untuk lolos," kata Ugung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....