Kembali ke Panggung Dunia, Selandia Baru Kejar Mimpi Lolos ke 32 Besar
- 16 Jun 2026 05:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Selandia Baru kembali ke Piala Dunia setelah 16 tahun absen usai mendominasi kualifikasi zona OFC.
- All Whites lolos dengan catatan sempurna dan memanfaatkan jatah langsung pertama dalam sejarah OFC.
- Setelah tak terkalahkan pada Piala Dunia 2010, Selandia Baru kini mengincar kemenangan pertama dan tiket fase gugur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Selandia Baru datang ke Piala Dunia 2026 dengan target yang lebih besar dari sekadar tampil sebagai peserta. All Whites berambisi meraih kemenangan perdananya di putaran final, sekaligus menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan ketiga Selandia Baru di ajang sepak bola terbesar dunia. Setelah debut yang berat edisi 1982 dan penampilan mengesankan 2010, mereka kini kembali dengan kepercayaan diri tinggi.
Optimisme tersebut didukung perjalanan mulus sepanjang kualifikasi. Selandia Baru menjadi tim pertama yang memanfaatkan jatah langsung OFC ke Piala Dunia dan tampil dominan sejak awal.
Di bawah arahan pelatih Darren Bazeley, All Whites menunjukkan perkembangan yang signifikan. Mantan pemain Watford itu resmi menangani tim senior 2023, setelah bertahun-tahun membina berbagai kelompok usia sepak bola Selandia Baru.
Bazeley sebelumnya sukses membawa tim U-20 Selandia Baru lolos ke fase gugur Piala Dunia U-20 pada tiga edisi berbeda. Kesuksesan tersebut menjadi modal penting saat dipercaya memimpin tim senior.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga mengantar Selandia Baru menjuarai OFC Men's Nations Cup 2024. Setahun kemudian, ia melengkapi pencapaian tersebut dengan membawa All Whites lolos ke Piala Dunia melalui kualifikasi yang nyaris sempurna.
Perjalanan menuju Amerika Utara dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Tahiti. Selandia Baru kemudian menghancurkan Vanuatu 8-1 dan Samoa 8-0 untuk memastikan tempat di putaran berikutnya.
Dominasi mereka berlanjut saat menundukkan Fiji 7-0 di Wellington pada Maret 2025. Tiga hari kemudian, kemenangan 3-0 atas Kaledonia Baru di Auckland memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Meski baru tiga kali tampil di putaran final, Selandia Baru memiliki salah satu kisah paling menarik dalam sejarah turnamen. Dari enam pertandingan yang telah dimainkan, mereka mencatat tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.
Penampilan terbaik All Whites terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu mereka tergabung dalam grup yang dihuni Italia, Paraguay, dan Slovakia, namun mampu mengakhiri turnamen tanpa kekalahan.
Selandia Baru meraih hasil imbang 1-1 melawan Slovakia berkat gol dramatis Winston Reid pada masa tambahan waktu. Hasil tersebut menjadi poin pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia.
Kejutan kemudian berlanjut ketika mereka menahan juara bertahan Italia dengan skor 1-1. Gol cepat Shane Smeltz membuat All Whites nyaris menciptakan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah turnamen.
Pada laga terakhir, Selandia Baru kembali bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay. Mereka memang gagal lolos ke babak 16 besar, tetapi menjadi satu-satunya tim tak terkalahkan sepanjang Piala Dunia 2010.
Sebelumnya, penampilan perdana mereka pada Piala Dunia 1982 berakhir dengan tiga kekalahan beruntun dari Skotlandia, Uni Soviet, dan Brasil. Meski demikian, Steve Sumner dan Steve Wooddin mencatat sejarah sebagai pencetak gol pertama Selandia Baru di putaran final.
Berbekal generasi baru yang dipimpin Chris Wood serta fondasi kuat yang dibangun Darren Bazeley, Selandia Baru berharap dapat melangkah lebih jauh. All Whites kini membidik pencapaian yang belum pernah mereka raih, kemenangan pertama dan tiket ke fase gugur Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2026, Selandia Baru berada di Grup G bersama Belgia, Mesir dan Iran. Pada pertandingan perdana Selandia Baru akan menghadapi Iran pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 08.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....