Tahan Imbang Belanda, Aksi Bersih-Bersih Suporter Jepang Kembali Jadi Sorotan

  • 15 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Suporter Jepang kembali membersihkan tribun stadion usai laga Piala Dunia 2026 melawan Belanda.
  • Kebiasaan menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari budaya Jepang sejak usia dini.
  • Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk kebanggaan suporter Jepang terhadap gaya hidup mereka.

RRI.CO.ID, Dallas – Suporter Jepang kembali mencuri perhatian usai laga Piala Dunia 2026 melawan Belanda. Mereka membersihkan sampah stadion setelah pertandingan berakhir di Stadion Dallas, Texas, Senin, 15 Juni 2026.

Pertandingan pembuka Grup F itu berakhir imbang 2-2 antara Jepang dan Belanda. Hasil itu membuat kedua tim sama-sama mengamankan satu poin.

Seusai laga, banyak sampah terlihat berserakan di tribun stadion. Namun, pendukung Jepang tetap tinggal untuk membersihkan area tempat mereka menonton dengan menggunakan kantong plastik berwarna biru.

Aksi tersebut bukan hal baru bagi suporter tim berjuluk ‘Samurai Biru’ itu di ajang sepak bola. Mereka juga terlihat melakukan kebiasaan serupa pada Piala Dunia 2022 dan 2018.

Kebiasaan itu dilakukan tidak hanya saat tim Jepang bertanding. Pada pertandingan pembuka edisi 2022 antara Qatar melawan Ekuador, suporter Jepang juga membersihkan area tempat mereka menonton.

Tindakan suporter Jepang tersebut dapat dikaitkan dengan peribahasa tradisional yang melekat kuat pada masyarakatnya. “Tatsu tori ato wo nigosazu,” yang dapat diartikan ‘burung yang pergi tidak akan meninggalkan jejak.’

Scott North, seorang profesor sosiologi dari Universitas Osaka, pernah menjelaskan tentang kebiasaan ini kepada BBC pada tahun 2018. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Jepang sudah diajarkan menjaga kebersihan sejak usia dini.

"Membersihkan area setelah pertandingan sepak bola merupakan perpanjangan dari perilaku dasar yang diajarkan di sekolah. Ketika anak-anak membersihkan ruang kelas dan lorong sekolah mereka,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Menurutnya, kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil itu akan terus dibawa hingga dewasa. "Dengan pengingat yang terus diberikan sepanjang masa kanak-kanak, perilaku tersebut menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat,” katanya.

Menurut North, membersihkan lokasi acara Piala Dunia juga menjadi cara suporter Jepang menunjukkan kebanggaan terhadap gaya hidup mereka. Aksi tersebut kembali menuai pujian dan diharapkan dapat menginspirasi suporter lain untuk menjaga kebersihan stadion.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....