Pembukaan Piala Dunia 2026 vs 2022, Apa Perbedaannya?
- 12 Jun 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 menghadirkan tiga upacara pembukaan terpisah di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, pertama dalam sejarah turnamen.
- Berbeda dengan Qatar 2022 yang berfokus pada budaya satu negara tuan rumah, edisi 2026 mengusung tema budaya yang lebih beragam.
RRI.CO.ID, Jakarta - Piala Dunia 2026 akhirnya resmi dimulai, ditandai dengan acara pembukaan spektakuler di Estadio Azteca, Mexico City pada Kamis, 11 Juni 2026. Panggung pertunjukan ini menghadirkan perpaduan budaya lokal dan pertunjukan visual berskala besar layaknya turnamen akbar tersebut.
Salah satu hal yang membuat pembukaan tahun ini berbeda adalah format pelaksanaannya. FIFA menggelar upacara pembukaan di tiga negara tuan rumah, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Format tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia. Setelah pembukaan di Mexico City, acara serupa akan berlangsung di Toronto dan Los Angeles.
Di Stadion Azteca, acara diawali dengan penghormatan terhadap warisan budaya Aztec yang menjadi bagian penting sejarah Meksiko. Ratusan penari memenuhi lapangan sebelum panggung beralih kepada deretan musisi internasional.
Sejumlah nama populer tampil memeriahkan panggung pembukaan tersebut. Di antaranya Mana, J Balvin, Belinda, Danny Ocean, Lila Downs, hingga Los Angeles Azules yang menjadi salah satu bentuk representasi figur dari Meksiko atau Amerika Latin.
Puncaknya terjadi ketika sang legenda panggung Piala Dunia, Shakira, tampil bersama Burna Boy membawakan "Dai Dai". Lagu resmi Piala Dunia 2026 itu akhirnya bergema untuk pertama kalinya secara langsung.
Setelah rangkaian pertunjukan musik berakhir, upacara resmi turnamen pun dimulai. Duta Besar Piala Dunia 2026, Salma Hayek Pinault, turun ke lapangan menyambut para penggemar dari berbagai negara.
“Di stadion ini, bersama Kanada dan Amerika Serikat, kami menyambut 48 bendera,” ujar Hayek dalam pidatonya. “Kami, orang-orang Meksiko, merasa sangat terhormat berada di sini, tempat Piala Dunia dimulai.”
Menengok lagi ke Piala Dunia edisi sebelumnya, seperti di Qatar pada 2022 misalnya. Saat itu, format pembukaan berlangsung jauh lebih sederhana.
Seluruh rangkaian acara hanya digelar di satu tempat. Yakni Stadion Al Bayt dan berlangsung sebelum laga sang tuan rumah, Qatar melawan Ekuador.
Kala itu, FIFA menjadikan upacara pembukaan sebagai momen pengenalan budaya Arab kepada dunia. Pesan persatuan dan saling menghormati menjadi tema utama pertunjukan tersebut.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Morgan Freeman tampil berdialog bersama Ghanim Al Muftah. Keduanya menyampaikan pesan tentang keberagaman dan pentingnya inklusivitas.
Untuk lagu resmi, Qatar memperkenalkan lagu "Dreamers" melalui penampilan duet Jung Kook BTS dan penyanyi asal Qatar, Fahad Al Kubaisi. Lagu itu menggelegarkan panggung pembukaan dengan pesona masing-masing keduanya, Jung Kook dengan tariannya, Farhad dengan improvisasinya yang begitu merdu.


Lebih lanjut, perbedaan kedua edisi terlihat jelas dari pendekatan yang dipilih FIFA. Qatar menonjolkan identitas satu negara tuan rumah, sementara edisi 2026 mengedepankan keberagaman tiga negara penyelenggara.
Skala pertunjukan juga mengalami perubahan signifikan. Pembukaan 2026 melibatkan lebih banyak musisi internasional yang tampil di beberapa lokasi berbeda.
Dari sisi suasana, kedua edisi menghadirkan pengalaman yang tidak sama. Qatar menggelar pembukaan pada malam hari, sedangkan Mexico City mengawali turnamen saat siang menjelang sore.

Kondisi tersebut turut memengaruhi tampilan visual yang disajikan kepada penonton. Efek pencahayaan dan kembang api tentunya lebih menonjol pada pertunjukan malam dibanding siang hari.
Meski demikian, perbedaan itu bukan berarti salah satu lebih baik dari yang lain. Keduanya hanya menghadirkan karakter tersendiri yang mencerminkan identitas tuan rumah masing-masing.
Pada akhirnya, pembukaan Piala Dunia 2022 dan 2026 menunjukkan dua pendekatan berbeda. Satu menonjolkan budaya nasional, sementara yang lain merayakan keberagaman lintas negara dan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....