Sphephelo Sithole Catat Kartu Merah Pertama Piala Dunia 2026, Berikut Profilnya!
- 12 Jun 2026 03:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sphephelo Sithole menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah di Piala Dunia 2026.
- Gelandang Afrika Selatan itu diusir wasit pada menit ke-49 saat melawan Meksiko.
- Sithole merupakan pemain Tondela yang berkarier di kompetisi Portugal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Piala Dunia 2026 baru berjalan satu pertandingan, tetapi sudah melahirkan catatan sejarah tersendiri. Gelandang Afrika Selatan, Sphephelo Sithole, menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah pada turnamen tersebut.
Insiden itu terjadi saat Afrika Selatan menghadapi Meksiko pada laga pembuka Grup A. Wasit mengusir Sithole pada awal babak kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Brian Gutierrez.
Pelanggaran tersebut terjadi pada menit ke-49 pertandingan. Wasit menilai tindakan Sithole menggagalkan peluang jelas Meksiko untuk mencetak gol.
Keputusan itu membuat Afrika Selatan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Situasi tersebut menjadi pukulan bagi Bafana Bafana yang sedang berupaya mengejar ketertinggalan.
Profil Sphephelo Sithole
Melansir beberapa sumber, Sphephelo Sithole lahir di Durban, Afrika Selatan, pada 3 Maret 1999. Pemain berusia 27 tahun itu berposisi sebagai gelandang bertahan dan memperkuat klub Tondela di Portugal.
Karier sepak bolanya berkembang di Portugal setelah menimba ilmu di akademi Sporting CP. Ia kemudian memperkuat Belenenses SAD sebelum melanjutkan karier bersama Tondela.
Di level internasional, Sithole menjadi salah satu pemain penting Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Kemampuannya memutus serangan lawan membuatnya dipercaya mengisi lini tengah Bafana Bafana.
Namun agresivitas yang menjadi kekuatannya justru berujung petaka pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Pelanggaran terhadap Brian Gutierrez membuat namanya masuk dalam catatan sejarah turnamen.
Kartu merah tersebut membuat Sithole terancam absen pada pertandingan berikutnya akibat sanksi otomatis. Pelatih Hugo Broos kini harus menyiapkan alternatif untuk menjaga keseimbangan lini tengah Afrika Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....