Mengenal "Estadio Azteca", Stadion Bersejarah Piala Dunia

  • 11 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Estadio Azteca menjadi stadion pertama yang menggelar Piala Dunia pada tiga edisi berbeda.
  • Stadion legendaris itu menjadi lokasi final Piala Dunia 1970 dan 1986.
  • Pele dan Diego Maradona sama-sama menorehkan sejarah besar di Estadio Azteca.
  • Azteca telah menggelar 19 pertandingan Piala Dunia sebelum edisi 2026 dimulai.
  • Meksiko dan Afrika Selatan akan membuka Piala Dunia 2026 di stadion berkapasitas 87.523 penonton itu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Estadio Azteca menjadi satu-satunya stadion yang pernah menggelar pertandingan Piala Dunia dalam tiga edisi berbeda. Rekor tersebut kembali bertambah saat stadion legendaris itu membuka rangkaian Piala Dunia 2026.

Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Bagi pecinta sepak bola, nama Estadio Azteca memiliki tempat tersendiri dalam sejarah olahraga dunia. Stadion tersebut menjadi saksi berbagai peristiwa besar yang masih dikenang hingga sekarang.

Sejak diresmikan pada 29 Mei 1966, Azteca menjelma menjadi ikon sepak bola Meksiko. Stadion itu dibangun untuk menjadi markas terbesar sepak bola nasional sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.

Letaknya berada lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut di Mexico City. Kondisi tersebut menjadikan Azteca sebagai salah satu stadion besar tertinggi di dunia.

Setelah menjalani serangkaian renovasi, kapasitas stadion kini mencapai sekitar 87 ribu penonton. Pembaruan tersebut dilakukan untuk menyambut penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Keistimewaan terbesar Azteca terletak pada catatan sejarah yang belum mampu disamai stadion lainnya. Stadion tersebut pernah menggelar Piala Dunia 1970 dan 1986 sebelum kembali dipercaya pada 2026.

Pada Piala Dunia 1970, Azteca menjadi lokasi partai final antara Brasil dan Italia. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Brasil yang meraih gelar dunia ketiganya.

Final tersebut hingga kini dikenang sebagai salah satu penampilan terbaik dalam sejarah sepak bola. Tim Brasil kala itu diperkuat Pele yang tampil sebagai pemimpin generasi emas negaranya.

Enam belas tahun kemudian, Azteca kembali menjadi panggung utama partai final Piala Dunia. Kali ini Argentina yang dipimpin Diego Maradona menghadapi Jerman Barat dalam laga penentuan.

Argentina akhirnya keluar sebagai juara setelah menundukkan Jerman Barat dengan skor 3-2. Gelar tersebut semakin mengukuhkan nama Maradona sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Turnamen 1986 juga melahirkan dua momen yang terus dibicarakan hingga sekarang oleh penggemar. Maradona mencetak gol Hand of God dan Goal of the Century ke gawang Inggris.

Kedua gol tersebut lahir pada laga perempat final yang berlangsung di Azteca. Peristiwa itu membuat stadion tersebut semakin lekat dengan sejarah besar sepak bola dunia.

Selain menggelar dua final Piala Dunia, Azteca mencatat rekor yang belum tertandingi. Sebelum edisi 2026 dimulai, stadion tersebut telah menggelar 19 pertandingan Piala Dunia.

Kini Estadio Azteca kembali mendapat kehormatan membuka pesta sepak bola terbesar dunia. Stadion berusia hampir enam dekade itu kembali menjadi pusat perhatian jutaan pasang mata.

Pertandingan Meksiko melawan Afrika Selatan akan menandai dimulainya turnamen edisi 2026. Piala Dunia kali ini menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....