Inilah Alasan Timnas Iran Ajukan Pakai Ban Hitam saat Piala Dunia 2026
- 11 Jun 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Iran mengajukan permohonan kepada FIFA untuk menggunakan ban lengan hitam saat melawan Mesir pada Piala Dunia 2026 sebagai bentuk peringatan Hari Asyura.
- Permohonan tersebut masih menunggu keputusan resmi FIFA, sementara Iran menegaskan penggunaan ban hitam sebagai simbol duka dan penghormatan sejarah Karbala.
- Presiden FIFA Gianni Infantino menyambut keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 dan menegaskan komitmen persatuan serta kesetaraan seluruh negara peserta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Iran mengajukan permohonan ke FIFA untuk bisa mengenakan ban lengan hitam di lengan. Penggunaan ban hitam tersebut digunakan saat Timnas Iran melawan Mesir dalam Piala Dunia 2026.
Pertandingan Iran melawan Mesir akan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Stadion Lument Field, Seattle, Amerika Serikat. Pertandingan tersebut bertepatan dengan peringatan hari Asyura.
Federasi sepak bola Iran (FFIRI) telah mengajukan permohonan tersebut ke FIFA. Namun hingga kini FIFA belum menjawab permohonan yang diajukan secara tertulis tersebut.
"Timnas Iran mengajukan permohonan kepada FIFA agar para pemainnya diizinkan mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir di Piala Dunia 2026," tulis akun Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Selasa, 9 Juni 2026.
Iran mengajukan permohonan mengenakan pita hitam sebagai peringatan hari Asyura. Dalam Islam, hari Asyura adalah tanggal 10 bulan Muharram, biasanya umat muslim berpuasa pada hari Asyura.
Untuk Iran, hari Asyura juga diperingati sebagai hari berkabung. Pasalnya pada hati tersebut pada tahun 680 terjadi peristiwa Karbala, di mana cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali.
Penggunaan pita hitam ini sebagai tanda duka cita dan penghormatan. Pemain timnas Iran ingin menunjukkan dukanya saat pertandingan.
Disaat yang bersamaan, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengaku senang atas kepastian Iran yang tampil pada Piala Dunia 2026. Ia menegaskan kehadiran Iran memperkuat nilai persatuan dalam kompetisi sepak bola dunia yang digelar secara empat tahunan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya meyakinkan Iran sejak laga persahabatan di Antalya, Turki, pada Maret 2025. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen FIFA untuk memastikan seluruh tim nasional dapat berpartisipasi dalam turnamen dunia.
"FIFA menegaskan bahwa seluruh negara peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam ajang Piala Dunia tanpa pengecualian. FIFA juga berharap seluruh pertandingan berjalan dalam suasana aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sepak bola dunia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....