Inilah Alasan Wasit Somalia Gagal Masuk AS jelang Piala Dunia 2026
- 10 Jun 2026 11:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ditolak masuk Amerika Serikat setelah menjalani pemeriksaan tambahan di Bandara Internasional Miami menjelang Piala Dunia 2026.
- Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan penolakan dilakukan karena hasil verifikasi menunjukkan Artan tidak memenuhi persyaratan masuk ke negara tersebut.
- FIFA menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam urusan visa dan imigrasi, serta menyatakan keputusan izin masuk sepenuhnya berada di tangan pemerintah negara tuan rumah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang wasit asal Somalia yang terpilih bertugas pada Piala Dunia FIFA 2026 ditolak masuk Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil otoritas perbatasan setelah proses pemeriksaan tambahan setibanya di Bandara Internasional Miami.
Wasit tersebut diketahui tiba dari Istanbul pada Sabtu, 6 Juni 2026 untuk menjalankan tugas resmi turnamen. Petugas kemudian melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan kelayakan masuk sesuai ketentuan keimigrasian yang berlaku.
"Petugas melakukan pemeriksaan tambahan sebagai bagian prosedur rutin untuk memverifikasi informasi serta kelayakan masuk pelancong. Pemeriksaan tersebut dilakukan ketika terdapat kebutuhan memastikan data yang disampaikan sesuai dengan ketentuan berlaku," kata Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Rabu, 10 Juni 2026.
Belakangan, FIFA mengonfirmasi wasit yang dimaksud adalah Omar Abdulkadir Artan. Ia merupakan satu-satunya perwakilan Somalia yang terpilih menjadi perangkat pertandingan pada Piala Dunia 2026.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena terjadi menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut. Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada dalam penyelenggaraan kompetisi.
"Setelah proses verifikasi dilakukan, yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas selama proses kedatangan di bandara," ucap FIFA.
Otoritas perbatasan tidak menjelaskan secara rinci alasan yang mendasari keputusan penolakan tersebut kepada publik. Pihak berwenang hanya menyebut adanya kekhawatiran yang muncul selama proses verifikasi berlangsung.
Sementara itu, FIFA menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam urusan imigrasi negara penyelenggara turnamen. Organisasi tersebut menyatakan seluruh keputusan terkait visa dan izin masuk berada pada pemerintah tuan rumah.
"FIFA tidak terlibat dalam proses pemberian visa maupun keputusan keimigrasian yang ditetapkan negara penyelenggara. Kewenangan menentukan izin masuk tetap berada pada pemerintah masing-masing negara sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Peristiwa ini terjadi ketika Amerika Serikat masih menerapkan sejumlah kebijakan pembatasan perjalanan terhadap beberapa negara. Somalia termasuk negara yang terdampak kebijakan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, otoritas perbatasan menegaskan seluruh pelancong menjalani prosedur pemeriksaan yang sama saat memasuki wilayah Amerika Serikat. Penilaian dilakukan berdasarkan informasi keamanan, penegakan hukum, dan data keimigrasian yang tersedia saat pemeriksaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....