3 Kali Prediksi, 3 Kali 'Gol', Sang Ekonom Joachim Kembali Beraksi di Piala Dunia 2026
- 05 Jun 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Joachim Klement, ekonom Jerman, sukses memprediksi juara Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022.
- Simulasi terbarunya jagokan Belanda menjadi juara Piala Dunia 2026, mengalahkan Portugal di final.
RRI.CO.ID, Jakarta – Joachim Klement kembali mencuri perhatian menjelang Piala Dunia 2026. Ekonom asal Jerman itu dikenal lewat prediksinya yang tak pernah meleset dalam tiga edisi terakhir!
Sebelum Piala Dunia 2014, model hitungan miliknya menempatkan Jerman sebagai favorit juara. Prediksi tersebut terbukti benar setelah Jerman mengangkat trofi di Brasil.
Empat tahun kemudian, model yang sama menunjuk Prancis sebagai kandidat terkuat. Tim berjuluk Les Bleus akhirnya keluar sebagai juara di Rusia 2018.
Klement kembali membuat kejutan menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat banyak pihak meragukan Argentina, modelnya justru menjagokan Albiceleste sebagai juara.
Keberhasilan memprediksi juara tiga edisi Piala Dunia ini membuat nama sang ekonomi, semakin mencuri perhatian. Setiap proyeksi baru dari Klement kini selalu memancing perdebatan publik.
Berbeda dari prediksi berdasarkan performa lapangan semata, modelnya memakai banyak variabel. Di antaranya faktor statistik, ekonomi, dan demografi yang ikut dihitung dalam simulasi tersebut.
Meski demikian, Klement menegaskan modelnya bukan alat yang sempurna. Ia mengakui sepak bola juga dipengaruhi faktor keberuntungan dan situasi yang sulit diprediksi.
Untuk Piala Dunia 2026, hasil simulasi terbarunya memberikan kejutan besar. Kali ini, Klement menjagokan Belanda sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.
Melansir BeIN, simulasi Klement menyatakan Belanda akan mengalahkan Portugal pada partai final. Prediksi tersebut berbeda dari banyak perkiraan yang mengunggulkan Prancis atau Argentina.
Prediksi tersebut menarik perhatian karena Belanda belum pernah menjuarai Piala Dunia. Skuad Oranje sebelumnya hanya mampu mencapai final pada tiga kesempatan.
Belanda tercatat menjadi runner-up pada edisi 1974 dan 1978. Sayangnya 'raja Eropa' Belanda kembali gagal meraih gelar, setelah kalah pada final tahun 2010.
Di satu sisi, optimisme terhadap tim Belanda juga sedang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pelatih Ronald Koeman kini memimpin generasi pemain yang dianggap kompetitif.
Meski begitu, Klement sendiri tetap berhati-hati menanggapi hasil proyeksinya tersebut. "Model ini tidak dimaksudkan sebagai sesuatu yang pasti," ujarnya dalam berbagai kesempatan.
Bahkan kabarnya, prediksi Klement hanya bentuk sarkasme yang seolah menunjukkan bahwa data-data ekonomi tidak mungkin bisa jadi patokan menentukan juara Piala Dunia. Permodelan yang dia buat setiap menjelang Piala Dunia hanya sebuah aktivitas menyenangkan di sela kesibukannya sehari-hari.
Namun, karena Joachim sudah memprediksi juara pada tiga Piala Dunia secara akurat, beban harapan meningkat pada dirinya. Sebagai sosok yang sehari-hari bekerja sebagai ahli strategi di bank investasi Panmure Liberum.
Satu hal, dengan rekam jejaknya, sang matematikawan ini memang membuat prediksi terbaru sulit diabaikan. Jika kembali tepat, Belanda akan meraih bintang pertama dalam sejarah mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....