TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia bagi UMKM, Ini Syaratnya

  • 08 Mei 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TVRI menggratiskan lisensi nobar Piala Dunia 2026 bagi UMKM dan instansi pemerintah.
  • Penyelenggara nobar wajib mendaftar melalui laman resmi TVRI.
  • Nobar komersial tetap dikenakan biaya lisensi sesuai kapasitas penonton.

RRI.CO.ID, Jakarta – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI membebaskan biaya lisensi ‘nonton bareng’ atau nobar Piala Dunia 2026 bagi UMKM. Meski demikian, penyelenggara tetap diwajibkan melakukan pendaftaran resmi sebelum menggelar kegiatan nobar.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, di kantor TVRI, Jakarta. Retno mengatakan UMKM dapat memperoleh lisensi gratis setelah melakukan pendaftaran lebih dulu.

“UMKM itu kami berikan lisensi gratis. Yang penting daftar,” ujar Retno dalam konferensi pers, Kamis, 7 Mei 2026.

Pendaftaran lisensi nobar dilakukan melalui laman resmi TVRI secara satu pintu. Masyarakat dapat mengakses pendaftaran melalui situs bolagembira.tvrinews.com.

TVRI membagi dua jenis lisensi nobar, yaitu nonkomersial dan komersial. Nonkomersial artinya diselenggarakan tanpa sponsor maupun penjualan tiket kepada penonton.

Nobar nonkomersial ini tidak akan dikenakan biaya lisensi. Contohnya seperti warung makan yang mengadakan nobar.

“Misalnya, seperti warung-warung, kami ajak mari kita nonton bareng ataupun mengadakan nonton bareng. Kami berikan lisensi secara gratis,” kata Retno.

Selain UMKM, instansi pemerintah turut dibebaskan dari kewajiban pembayaran lisensi nobar. Menurut Retno, kebijakan itu memperluas akses masyarakat untuk menikmati pertandingan Piala Dunia.

“Untuk kementerian dan lembaga, kami mengundang untuk melakukan pendaftaran nobar secara gratis. Kami mendorong supaya kegiatan nobar ini bisa dinikmati atau dilakukan semua masyarakat Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, penyelenggara nobar komersial tetap dikenakan biaya lisensi resmi dari TVRI. Kategori komersial meliputi hotel, kafe, tempat hiburan, dan kegiatan bersponsor lainnya.

“Kategori pertama berkapasitas satu hingga 50 penonton dikenakan Rp10 juta untuk 104 kali pertandingan. Bukan sekali nonton,” kata Retno.

TVRI sendiri berkomitmen untuk menayangkan 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Jumlah itu terdiri dari 98 siaran langsung dan 6 siaran tunda yang akan disiarkan di TVRI dan TVRI Sport.

“Ada 104 pertandingan yang waktunya mepet, bahkan bersamaan tayangnya. Karena itu kami menggunakan dua channel, TVRI dan TVRI Sport,” ujar Ketua Tim Redaksi Siaran Piala Dunia, Usman Kansong.

Hingga kini, sekitar 200 penyelenggara tercatat telah memiliki lisensi nobar resmi. TVRI mengingatkan penyelenggara lain segera mengurus izin untuk menghindari pelanggaran hak siar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....