Arnold Kritik AFC, Jadwal Play-off Dinilai Rugikan Indonesia
- 05 Mei 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelatih Irak Graham Arnold mengkritik kebijakan AFC terkait pelaksanaan play-off Piala Dunia 2026 yang dinilai merugikan Timnas Indonesia, terutama soal minimnya waktu istirahat yang didapat skuad Garuda
- Arnold menilai perubahan aturan yang awalnya menjanjikan venue netral justru memberikan keuntungan kepada tim dengan peringkat lebih tinggi
- Arnold sukses membawa Irak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah 40 tahun penantian, finis di peringkat kedua Grup B dengan empat poin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih Irak Graham Arnold mengkritik kebijakan AFC terkait play-off Piala Dunia 2026 yang dinilai merugikan Indonesia. Ia menyoroti minimnya waktu istirahat skuad Garuda setelah kedatangan menjelang laga melawan Arab Saudi.
Arnold menyampaikan keterangan tersebut melalui kanal YouTube The Howie Games pada Selasa, 5 Mei 2026. Ia menjelaskan sebagian pemain Indonesia tiba Senin, sementara lainnya menyusul Selasa sebelum pertandingan penting berikutnya.
Arnold mengungkap perubahan aturan membuat Arab Saudi lolos berdasarkan kriteria jumlah gol yang dicetak tim. Ia menyebut kesamaan poin dan selisih gol tidak cukup, sehingga penentuan ditentukan produktivitas gol masing-masing tim.
Arnold juga mempertanyakan keputusan penetapan tuan rumah ronde keempat yang akhirnya diberikan kepada Qatar dan Arab Saudi. Ia menilai kebijakan tersebut berbeda dari informasi awal yang menyebutkan venue play-off akan menggunakan lokasi netral.
Arnold hadir dalam pengundian awal kampanye dan menerima penjelasan mengenai mekanisme penentuan lokasi pertandingan play-off tersebut. Namun ia menilai perubahan saat pengundian resmi berlangsung membuat aturan menjadi berbeda dari penjelasan sebelumnya.
"Saya mungkin tidak akan pernah menerima pekerjaan ini kalau mereka sudah lolos dalam 10 tahun terakhir. Fakta bahwa mereka belum lolos selama 40 tahun menunjukkan betapa besarnya tantangan yang akan saya hadapi," ujar Graham Arnold dalam keterangan melalui kanal YouTube The Howie Games, Selasa 5 Mei 2026.
Arnold mengaku memperkirakan Irak berpeluang menjadi tuan rumah berdasarkan posisi peringkat yang dimiliki beberapa tim peserta. Ia menyebut posisi Qatar, Irak, dan Arab Saudi menjadi pertimbangan yang menurutnya tidak konsisten dengan hasil akhir penunjukan.
"Tapi ketika pengundian resmi dilakukan, tiba-tiba aturannya berubah. Dua tim berperingkat tertinggi akan menjadi tuan rumah," katanya.
Arnold menilai pelaksanaan play-off di dua negara tersebut memberikan keuntungan besar kepada tim tuan rumah dibanding peserta lain. Ia menyoroti kondisi Indonesia yang harus bermain dengan waktu pemulihan terbatas akibat jadwal kedatangan dan pertandingan berdekatan.
"Play-off berlangsung di Saudi dan Qatar, saya harus bilang saya benar-benar merasa sangat kasihan pada Indonesia di grup kami. Hal itu karena benar-benar tidak adil," ujar Arnold.
Arnold menjelaskan perbedaan waktu istirahat antara tim menunjukkan ketimpangan yang berdampak pada kesiapan fisik pemain selama kompetisi. Ia menilai perubahan aturan yang menguntungkan tim peringkat tinggi berpengaruh langsung terhadap performa Indonesia dalam pertandingan tersebut.
"Kami kemudian bermain melawan Indonesia Sabtu malam dan menang, Saudi mendapat istirahat enam hingga tujuh hari. Sementara kami hanya punya dua hingga tiga hari sebelum menghadapi Saudi," ucapnya.
Arnold berhasil membawa Irak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, setelah penantian panjang selama empat dekade. Irak mengakhiri fase grup pada posisi kedua klasemen Grup B dengan raihan empat poin dari pertandingan yang dijalani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....