Mengulas Momen Ikonik Gol 'Hand of God' oleh Maradona di Piala Dunia

  • 26 Apr 2026 14:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 'Hand of God' menjadi salah satu momen kontroversial era Piala Dunia 1986.
  • Wasit dan hakim garis pada saat itu menganggap tidak ada unsur pelanggaran dalam gol Maradona hingga memicu protes.
  • Sebutan 'Gol Tangan Tuhan' atau 'Hand of God' muncul setelah pernyataan Maradona yang mengatakan adanya campur tangan Tuhan dalam golnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Stadion Azteca, Mexico City menjadi saksi bisu laga legendaris antara Argentina melawan Inggris pada Piala Dunia 1986. Momen kontroversial 'Gol Tangan Tuhan' atau 'Hand of God' terjadi dalam pertandingan perempat final Piala Dunia itu.

Pasalnya, tepat pada menit ke-51, Diego Maradona melompat tinggi untuk menyambut bola di depan gawang lawan. Kiper Peter Shilton melompat dengan tangan kanan terentang untuk menepis bola bersamaan dengan Maradona yang ikut meloncat.

Alih-alih murni menyundul, tangan kiri Maradona terangkat mendekati kepala dan lebih dulu menyentuh bola. Ia diduga meninju bola ke gawang menggunakan tangannya (handball), bukan menyundul dengan kepalanya.

Melansir dari fifa.com, Wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, tidak melihat pelanggaran tersebut dan segera mengesahkan gol tersebut secara resmi. Hakim garis pun menyatakan bahwa tidak ada unsur pelanggaran yang terjadi.

Protes keras turut terlontar dari para pemain Inggris. Sayangnya, protes itu diabaikan meski aksi yang diduga sebagai kecurangan itu terlihat jelas oleh jutaan penonton siaran langsung di televisi.

Jika menggunakan teknologi Video Assistant Referees (VAR), gol itu bisa saja tidak dianggap sah. Namun, apa daya, pada masa itu teknologi secanggih VAR belum hadir dalam pertandingan sepak bola.

Usai pertandingan, Maradona justru menyebut gol itu tercipta berkat sedikit sentuhan kepala Maradona dan sedikit campur tangan Tuhan. Inilah awal dari istilah ikonik 'Hand of God' yang kemudian menjadi melekat erat pada identitas legenda asal Argentina tersebut.

Empat menit setelah gol kontroversial itu, Maradona kembali mencetak gol spektakuler. Ia menggiring bola melewati lima pemain Inggris sebelum mencetak gol yang kemudian dijuluki 'Goal of the Century'.

Argentina akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 atas Inggris. Kemenangan itu menjadi langkah penting menuju gelar juara dunia kedua mereka.

Gol ini tercatat sebagai salah satu peristiwa paling dramatis yang pernah terjadi di lapangan. Media-media internasional juga terus mengulas momen ini sebagai titik balik dalam rivalitas kedua negara itu.

Kemenangan Argentina ini memiliki makna mendalam karena tensi politik pasca Perang Falkland yang masih terasa hangat. Maradona dianggap sebagai pahlawan nasional yang berhasil memberikan pembalasan lewat jalur olahraga bagi rakyat negaranya.

Di satu sisi, peristiwa 'Hand of God' hingga kini masih memicu perdebatan di dunia sepak bola. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk kecurangan, sementara yang lainnya melihat itu sebagai bentuk kecerdikan dalam permainan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....