Jangkauan TVRI di Kalsel Capai 90 Persen, Sosialisasi Piala Dunia Jadi Maksimal
- 21 Apr 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jangkauan siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 90 persen menjelang Piala Dunia 2026
- Saat ini, coverage population TVRI di Kalimantan Selatan tercatat mencapai angka 90,34 persen, coverage area berada di kisaran 69,27 persen
- TVRI terus menggencarkan sosialisasi terkait akses siaran digital kepada masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Jangkauan siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 90 persen menjelang Piala Dunia 2026. Capaian ini menjadi modal penting dalam penyebaran informasi siaran kepada masyarakat luas.
Saat ini, coverage population TVRI di Kalimantan Selatan tercatat mencapai angka 90,34 persen. Sementara itu, coverage area berada di kisaran 69,27 persen dan dinilai cukup aman.
Direktur Teknik LPP TVRI, Bernardus Satriyo Dharmanto, menyampaikan capaian tersebut dalam audiensi bersama Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani. Pertemuan berlangsung di kantor LPP TVRI di Jakarta.
“Dari sisi coverage sudah tercapai dengan baik, untuk coverage population sudah tinggi. Bahkan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang menjadi bagian Kalimantan Selatan-2 itu coverage population sudah 100 persen," ujar Satriyo dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID pada Selasa, 21 April 2026.
Meski demikian, TVRI terus menggencarkan sosialisasi terkait akses siaran digital kepada masyarakat. Upaya ini penting agar masyarakat dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 dengan optimal.
Sosialisasi dilakukan melalui edukasi pemindaian ulang kanal televisi serta pengaturan posisi antena. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah menerima siaran TVRI.
Satriyo menjelaskan masih ada masyarakat yang belum menerima siaran karena belum melakukan pemindaian ulang. Selain itu, posisi antena yang belum tepat juga menjadi kendala penerimaan sinyal.
“TVRI sedang mencoba datang ke rumah-rumah untuk memberi tahu cara setting ulang siaran. Mudah-mudahan Pak Bupati bisa membantu melakukan kunjungan ke masyarakat mengarahkan antena dengan baik,” kata Satriyo.
Sementara itu, Sahrujani menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung sosialisasi kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia 2026.
“Kita akan edukasi ke masyarakat bahwa TVRI official broadcaster dan TVRI ini bagian masyarakat dan ibu dari televisi di Indonesia. Jangan sampai kanalnya hilang (tidak muncul), kita akan sosialisasi untuk dipindai ulang,” ucap Sahrujani.
Pelaksana Tugas Direktur Utama LPP TVRI, Rika Damayanti, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama ini dapat memperluas jangkauan siaran hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berterima kasih kepala daerah bisa bekerja sama dengan TVRI. Kami sudah bekerja dengan DKI dan Bali sehingga ada infrastruktur yang dibantu pemda,” ujar Rika.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni - 19 Juli 2026 dengan total 104 pertandingan. Seluruh pertandingan akan terlaksana di 16 kota penyelenggara yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....