Cegah Kemiskinan Struktural, Pengamat Usulkan Penguatan Sekolah Rakyat
- 06 Feb 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Peristiwa meninggalnya seorang bocah IV SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian khalayak. Peristiwa tersebut menjadi pengingat serius bahwa persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menyisakan dampak sosial yang berat.
Pengamat Kebijakan Publik dan Guru Besar Trisakti, Trubus Rahardiansah menyampaikan, kasus tersebut bukan persoalan keluarga semata. Melainkan sebagai gambaran kerentanan sosial yang masih dialami sebagian masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
"Persoalan struktural yang ada di masyarakat kita tentunya mengenai kemiskinan ekstrim. Memang sangat menghantui masyarakat Indonesia saat ini," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 6 Februari 2026.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2025, angka kemiskinan di NTT masih berada di kisaran 18,6 persen. Jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 8,47 persen.
Lebih lanjut, angka kemiskinan di NTT dominasi di pedesaan mencapai 23,02 persen. Apabila dibandingkan, kemiskinan wilayah perkotaan mencapai 8,11 persen.
Untuk menekan keterbatasan akses pendidikan di Indonesia khususnya di daerah terpencil, pemerintah harus memperkuat pengadaan Sekolah Rakyat. "Tentu solusinya salah satunya itu dengan sekolah rakyat itu, artinya dengan Sekolah Rakyat kebutuhannya akan tercukupi," ucapnya, menambahkan.
Ia menambahkan, hak atas pendidikan merupakan hak setiap anak yang dijamin oleh negara. Karena itu, negara harus hadir dan mengambil tanggung jawab penuh.
Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat yang berbasis boarding school memungkinkan negara menangani kebutuhan anak secara menyeluruh. Mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga pengawasan.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya pun demikian. Ia berharap, Program Sekolah Rakyat (SR) bisa membuka akses pendidikan bagi anak-anak.
Program ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial di bidang pendidikan. Agar tidak ada anak yang terhambat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
"Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang sangat strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, serta integrasi dengan layanan perlindungan sosial lainnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....