Pesona Jembatan Barelang, Ikon Batam yang Membentang di Tanah Melayu

  • 19 Sep 2026 16:28 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Batam – Jika berbicara tentang ikon Kota Batam, Kepulauan Riau, nama Jembatan Barelang tentu tak bisa dilewatkan. Jembatan yang membentang di atas perairan antarpulau ini bukan hanya menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat, tetapi juga telah menjelma sebagai salah satu destinasi wisata yang identik dengan wajah Batam.

Nama Barelang merupakan singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang. Rangkaian infrastruktur ini terdiri atas enam jembatan yang menghubungkan sejumlah pulau, mulai dari Pulau Batam, Tonton, Nipah, Rempang, Galang hingga Galang Baru.

Pembangunan Jembatan Barelang dimulai pada 1992 dan penggunaannya diresmikan pada 1998. Pembangunan tersebut diprakarsai oleh B.J. Habibie, yang kala itu menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi dan memiliki peran penting dalam pengembangan Batam sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Daya tarik Jembatan Barelang tidak hanya terletak pada fungsinya sebagai penghubung antarpulau. Bentuk arsitekturnya yang khas membuat jembatan ini menjadi salah satu lanskap paling mudah dikenali di Batam.

Jembatan utama yang menghubungkan Batam dan Tonton menjadi bagian yang paling populer dan kerap menjadi latar foto wisatawan. Struktur tiang yang menjulang dengan kabel penyangga melengkung memberikan kesan kokoh sekaligus elegan.

Keberadaan jembatan tersebut juga berpadu dengan karakter alam Kepulauan Riau. Hamparan laut, gugusan pulau, serta langit terbuka membuat perjalanan melintasi kawasan Barelang terasa berbeda.

Secara keseluruhan, rangkaian Jembatan Barelang memiliki panjang sekitar dua kilometer.

Bagi wisatawan, Jembatan Barelang bukan sekadar jalur perjalanan menuju pulau-pulau di selatan Batam. Kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati panorama laut dan mengabadikan momen.

Salah satu waktu yang banyak dipilih wisatawan adalah menjelang matahari terbenam. Ketika cahaya matahari mulai berubah keemasan, siluet jembatan dan gugusan pulau di sekitarnya menghadirkan pemandangan yang menarik untuk dinikmati maupun diabadikan melalui kamera.

Selain kawasan sekitar jembatan, perjalanan menuju Pulau Galang juga menawarkan sejumlah destinasi bersejarah. Salah satunya adalah kawasan yang berkaitan dengan sejarah pengungsi Vietnam, lengkap dengan monumen dan sejumlah peninggalan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah kawasan tersebut.

Setiap waktu memiliki daya tarik tersendiri di kawasan Jembatan Barelang. Pagi hari cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati udara lebih segar dan suasana yang relatif tenang. Sementara sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB menjadi waktu yang menarik untuk menikmati perubahan warna langit sekaligus berburu foto.

Ketika malam tiba, suasana Barelang pun berubah. Cahaya lampu yang menghiasi jembatan berpadu dengan gelapnya perairan di sekitarnya, menghadirkan panorama yang berbeda dibandingkan siang hari.

Jembatan Barelang merupakan fasilitas umum yang dapat dilalui kendaraan. Pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini juga perlu memperhatikan keselamatan, terutama ketika hendak berhenti untuk mengambil foto.

Jangan menghentikan kendaraan sembarangan di badan jalan atau lokasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pilih tempat yang aman untuk berhenti dan menikmati panorama.

Menjaga kebersihan dan ketertiban juga penting. Sebagai salah satu ikon Batam dan Kepulauan Riau, kawasan Barelang menjadi ruang publik yang dinikmati masyarakat lokal maupun wisatawan.

Lebih dari sekadar rangkaian jembatan, Barelang merepresentasikan perjalanan pembangunan Batam dan konektivitas antarpulau di Kepulauan Riau. Keindahan arsitektur, bentang laut yang luas, serta sejarah pembangunannya menjadikan Jembatan Barelang memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran jika tempat ini terus menjadi salah satu tujuan yang kerap masuk dalam daftar kunjungan wisatawan ketika berada di Batam.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Batam, menyaksikan langsung Jembatan Barelang bisa menjadi pengalaman tersendiri. Menikmati angin laut, melihat gugusan pulau dari atas jembatan, hingga mengabadikan panorama saat matahari terbenam menjadi cara sederhana untuk mengenal salah satu wajah ikonik Kepulauan Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....