Air Terjun Lubuk Nginio, Permata Tersembunyi Ditengah Hutan Kampar

  • 13 Agt 2026 10:24 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Bagi wisatawan yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kota dan mencari ketenangan di tengah alam, Kabupaten Kampar, Riau, memiliki sebuah destinasi yang layak masuk daftar kunjungan. Tersembunyi di balik rimbunnya hutan Desa Merangin, Kecamatan Kuok, terdapat Air Terjun Lubuk Nginio, sebuah wisata alam yang menawarkan kesegaran air, pepohonan hijau, serta suasana sunyi yang jauh dari keramaian.

Air terjun ini memang tidak memiliki ukuran sebesar sejumlah destinasi air terjun lainnya. Namun, justru kesederhanaan dan keasriannya menjadi daya tarik tersendiri. Suara aliran air yang jatuh di antara bebatuan, udara hutan yang sejuk, serta kolam alami yang jernih membuat perjalanan menuju Lubuk Nginio terasa sepadan dengan pengalaman yang didapat.

Air Terjun Lubuk Nginio berada di hulu Sungai Laki yang bermuara ke Sungai Kampar. Lokasinya sekitar 6 kilometer dari Simpang Ladang, di sisi kiri Jalan Raya Kampar sebelum Rantau Berangin. Nama Lubuk Nginio berasal dari bahasa Ocu, bahasa yang digunakan masyarakat Kampar.

Kata lubuok berarti ceruk atau lubuk terdalam di sungai, sementara nginiu atau nginio merujuk pada sesuatu yang dalam dan seram atau menakutkan. Secara harfiah, Lubuk Nginio dapat dimaknai sebagai “lubuk yang dalam dan seram.”

Meski memiliki nama yang terdengar misterius, suasana di kawasan air terjun justru memberikan pengalaman yang berbeda. Rimbunnya pepohonan dan suara aliran sungai menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah kesibukan perkotaan.

Air Terjun Lubuk Nginio memiliki ketinggian sekitar 4 meter dengan lebar aliran mencapai sekitar 10 meter. Di bawahnya terdapat kolam alami berukuran kurang lebih 20 x 15 meter, dengan kedalaman maksimal sekitar 3 meter.

Air yang jernih mengalir deras melewati bebatuan sebelum jatuh ke kolam. Di kanan dan kiri lubuk terdapat batu-batu besar yang berdiri tegak seperti dinding alami.

Suasana semakin lengkap dengan pepohonan tropis yang menaungi kawasan tersebut. Kicauan burung berpadu dengan suara gemericik air, menciptakan atmosfer alami yang menenangkan.

Ketika debit air meningkat, aliran air terjun menjadi semakin deras. Kolam di bawahnya pun dapat menjadi lebih dalam, sehingga wisatawan perlu lebih berhati-hati ketika bermain air.

Salah satu daya tarik utama Lubuk Nginio adalah kondisi alamnya yang relatif masih alami. Belum banyak pembangunan yang menyentuh kawasan ini sehingga nuansa hutan masih terasa kuat.

Bagi pencinta wisata alam, beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain:

  • Bermain air dan berenang di kolam alami ketika kondisi memungkinkan.
  • Menikmati suasana hutan sambil mendengarkan suara air dan kicauan burung.
  • Berfoto di sekitar bebatuan, air terjun, dan lorong-lorong air yang unik.
  • Berkemah bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kondisi setempat.
  • Trekking menyusuri jalur menuju air terjun sekaligus menikmati suasana hutan Kampar.

Bagi mereka yang membutuhkan “pelarian” dari kebisingan kota, Lubuk Nginio menawarkan pengalaman sederhana: duduk di tepi air, menikmati udara segar, dan membiarkan suara alam menjadi teman perjalanan.

Petualangan menuju Air Terjun Lubuk Nginio menjadi bagian dari daya tarik tersendiri. Dari arah Pekanbaru atau Kampar, perjalanan dapat dilanjutkan melalui Jalan Raya Kampar menuju Rantau Berangin.

Setibanya di kawasan Simpang Ladang, sebelum Rantau Berangin, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke arah Desa Merangin. Dari titik tersebut, wisatawan masih harus menempuh sekitar 6 kilometer melalui jalur yang sebagian berupa jalan tanah dan berkelok.

Kondisi jalan membuat sepeda motor menjadi salah satu pilihan kendaraan yang lebih praktis. Setelah mencapai titik yang memungkinkan kendaraan diparkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau trekking sekitar 15–30 menit menuju lokasi air terjun.

Dari pusat Kota Pekanbaru, jarak menuju kawasan Simpang Ladang atau persimpangan Desa Merangin diperkirakan sekitar 68–75 kilometer. Waktu perjalanan dengan sepeda motor sekitar 1,5–2 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan jalan.

Sementara itu, perjalanan menggunakan mobil dapat memakan waktu sekitar 2–2,5 jam, tetapi kendaraan belum tentu dapat mencapai lokasi terdekat karena sebagian jalur sempit dan belum beraspal.

Gambaran rutenya: Pekanbaru → sekitar 70 km → Simpang Ladang → belok kiri sekitar 6 km → area parkir → trekking 15–30 menit → Air Terjun Lubuk Nginio.

Karena sebagian perjalanan menuju lokasi melewati jalan tanah dan jalur setapak, wisatawan disarankan memilih waktu kunjungan dengan kondisi cuaca yang baik. Musim kemarau umumnya lebih nyaman untuk perjalanan karena jalur cenderung lebih mudah dilalui. Namun, kondisi debit air tetap perlu diperhatikan, perubahan debit dapat memengaruhi kedalaman kolam dan derasnya aliran air terjun.

Berangkat pada pagi hari juga menjadi pilihan yang baik. Selain memberikan waktu yang cukup untuk perjalanan dan trekking, wisatawan dapat menikmati kawasan air terjun lebih lama sebelum kembali.

Karena fasilitas di sekitar air terjun masih terbatas, wisatawan sebaiknya mempersiapkan kebutuhan sebelum berangkat. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin, terutama karena jalur menuju air terjun dapat memiliki permukaan tanah dan bebatuan yang basah.

Bawa makanan dan minuman secukupnya, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, serta perlengkapan lain yang diperlukan selama perjalanan. Berkunjung bersama rombongan juga lebih disarankan, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali menuju lokasi.

Yang tidak kalah penting, bawa kembali sampah yang dibawa ke kawasan wisata. Hindari merusak pepohonan, membakar sampah sembarangan, atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan.

Jika ingin berenang atau bermain air, perhatikan kondisi aliran terlebih dahulu. Kedalaman kolam dapat berubah mengikuti debit air, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas.

Air Terjun Lubuk Nginio menjadi pengingat destinasi wisata yang menarik tidak selalu harus megah atau ramai. Air terjun yang relatif kecil, kolam alami yang jernih, bebatuan besar, dan rimbunnya hutan justru menghadirkan pengalaman yang intim dengan alam.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati kesegaran air, melakukan perjalanan singkat ke tengah hutan, atau sekadar mencari tempat untuk melepas penat, Lubuk Nginio bisa menjadi salah satu pilihan wisata alam di Kampar yang patut dijelajahi.

Namun, keindahan tersebut juga membawa tanggung jawab. Semakin banyak orang mengenal Lubuk Nginio, semakin penting pula menjaga kawasan ini agar tetap alami. Sebab, pesona sesungguhnya dari Lubuk Nginio bukan hanya air terjunnya, melainkan ketenangan dan keasrian alam yang mengelilinginya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....