Kapal Motor Jelatik Menyimpan Sejarah Panjang Transportasi Pesisir Riau

  • 21 Jul 2026 21:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah pesatnya perkembangan moda transportasi laut modern, Kapal Motor (KM) Jelatik tetap menjadi salah satu ikon transportasi sungai dan pesisir di Provinsi Riau. Kapal kayu yang telah beroperasi selama puluhan tahun ini bukan sekadar alat angkut penumpang, tetapi juga menyimpan sejarah panjang sebagai penghubung kehidupan masyarakat di wilayah pesisir, khususnya rute Pekanbaru–Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dikutip dari laman Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau, sejak beroperasi pada era 1980-an, KM Jelatik menjadi andalan masyarakat yang bepergian dari Kota Pekanbaru menuju Kepulauan Meranti dan beberapa daerah pesisir lainnya. Sebelum akses jalan darat berkembang seperti saat ini, kapal menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan keluarga, aktivitas perdagangan, hingga distribusi kebutuhan pokok.

Berbeda dengan kapal cepat berbahan fiberglass, KM Jelatik memiliki ciri khas berupa badan kapal yang terbuat dari kayu dengan jendela-jendela kecil berjajar di kedua sisinya. Bagian dalam kapal dilengkapi dipan panjang sebagai tempat duduk dan beristirahat selama perjalanan yang dapat berlangsung belasan jam. Bentuknya yang unik membuat masyarakat menjulukinya sebagai kapal yang penuh kenangan dan memiliki karakter tersendiri.

Meski waktu tempuhnya lebih lama dibandingkan kapal cepat, KM Jelatik tetap diminati karena tarifnya yang lebih terjangkau. Bagi banyak warga, perjalanan menggunakan kapal ini bukan sekadar menuju tujuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati panorama Sungai Siak, bercengkerama dengan sesama penumpang, dan mengenang masa ketika jalur sungai menjadi akses utama di Riau.

Keberadaan KM Jelatik juga memiliki nilai historis yang kuat. Kapal ini menjadi saksi perkembangan wilayah pesisir Riau dan berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hingga kini, kapal tersebut masih melayani penumpang, terutama pada musim mudik dan hari-hari tertentu ketika permintaan perjalanan menuju Kepulauan Meranti meningkat.

Meski terus bertahan, aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian. Berbagai evaluasi mengenai kapasitas penumpang, kelengkapan alat keselamatan, dan jalur evakuasi terus dilakukan agar kapal legendaris ini tetap memenuhi standar keselamatan pelayaran. Upaya tersebut penting agar KM Jelatik tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga tetap menjadi moda transportasi yang aman dan andal bagi masyarakat.

Bagi masyarakat Riau, KM Jelatik lebih dari sekadar kapal penumpang. Ia merupakan simbol perjalanan, persaudaraan, dan ketangguhan transportasi rakyat yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Legenda Jelatik pun terus hidup, mengarungi sungai dan laut, membawa cerita dari satu generasi ke generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....