Travelling Anti Ribet, Nikmati Indonesia Sepenuh Hati

  • 30 Des 2025 11:44 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Ditengah rutinitas yang padat, deadline kerjaan yang engga ada habisnya dan notifikasi HP yang terus bunyi, travelling sering jadi jlan ninja paling ampuh buat “kabur” sejenak dari realita. Ngga heran kalau tren trevelling di Indonesia terus meningkat, penelitian menunjukkan travelling dapat menjaga otak dan tubuh kita lebih sehat seiring bertambahnya usia.

Global Coalition On Aging, sekelompok Perusahaan di berbagai industri bekerja sama dengan Asisiasi Perjalanan AS, telah menerbitkan analisis yang dilakukannya terhadap literatur medis yang ada tentang hubungan travelling dan kesehatan.

Travelling sekarang bukan cuma soal liburan mewah atau jalan – jalan keluar negeri. Justru, banyak orang mulai sadar kalau Indonesia punya segudang tempat keren yang ramah dikantong dan cocok buat healing.

Salah satu stigma yang masih sering muncul adalah travelling itu mahal. Padahal liburan tetap seru meski dengan budget terbatas, kuncinya yaitu di perencanaan. Mulai dari memilih transportasi yang tepat, mencari penginapan budget-friendly, sampai dengan pintar memilih waktu perjalanan, sekarang juga makin banyak pilihan transportasi murah dan nyaman.

Kereta api misalnya, sering menjadi favorit karena praktis dan punya banyak rute ke banyak kota wisata, belum lagi promo – promo dari aplikasi perjalanan.

Banyak media belakangan ini menyoroti destinasi lokal yang mulai viral di media sosial.Labuan Bajo misalnya, dan ada juga Pulau Komodo, pemandangan laut dan bukit-bukitnya bikin siapapun betah berlama – lama. Selain itu, Yogyakarta dan Bali masih menjadi primadona. Tapi sekarang banyak wisatawan mulai melirik tempat – tempat yang lebih tenang seperti Dieng,Banyuwangi,Sumba atau Danau Toba.

Istilah Healing mungkin terdengar klise, tapi nyatanya traveling memang punya dampak positif buat kesehatan mental. Banyak artikel yang menyebutkan bahwa liburan bisa membantu mengurangi stress, meningkatkan mood, dan bikin pikiran lebih fresh.

Bayangin bangun pagi dengan view gunung, suara ombak, atau udara sejuk pedesaan. Jauh dari klakson dan hiruk pikuk kota. Ngga perlu itinerary ribet, cukup jalan santai, foto-foto dan nikmatin suasana. Kadang, hal sesimpel itu sudah cukup buat bikin hati lebih tenang.

Tidak bisa dipungkiri, media sosial punya peran besar dalam dunia travelling. Banyak destinasi jadi viral karena foto dan video yang berseliweran di Instagram, Tiktok atau Twitter (X).

Di satu sisi, media sosial membantu mempromosikan destinasi lokal dan meningkatkan ekonomi daerah. Tapi, disisi lain, wisatawan juga dituntut lebih bijak. Jangan cuma datang buat foto lalu pulang, tetapi juga menjaga kebersihan, menghormati budaya lokal serta mematuhi aturan setempat.

Sekarang, konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan mulai sering dibahas. Kini, travelling bukan cuma soal senang – senang, tetapi juga tanggung jawab.

Mulai dari mengurangi sampah plastik, mendukung UMKM lokal, bahkan sampai memilih penginapan yang ramah lingkungan. Banyak desa wisata di Indonesia yang mengusung konsep ini, tidak hanya menawarkan pemandangan saja, tetapi juga pengalaman hidup bersama warga lokal.

Kita bisa belajar budaya, kuliner, serta tradisi setempat, dan pengalaman yang engga bisa dibeli di pusat perbelanjaan.

Indonesia punya segalanya, dari alam yang indah, budaya yang kaya, dan cerita yang engga ada habisnya. Sekarang adalah waktu yang tepat buat menjelajahi negeri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....