Dari Lembah Terendam hingga Jadi Raja Ampatnya Kampar

  • 14 Okt 2025 08:26 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Di balik keindahan panorama perbukitan hijau dan pulau-pulau kecil di perairan luas tersembunyi kisah panjang tentang perubahan alam dan kehidupan masyarakat Kampar.

Dikutip dari Dinas Pariwisata Kampar, Ulu Kasok, yang kini dikenal luas sebagai “Raja Ampat-nya Riau”, ternyata lahir dari sejarah yang tak terduga yakni dari pembangunan Bendungan PLTA Koto Panjang pada akhir tahun 1990-an.

Sebelum menjadi destinasi wisata populer, kawasan Ulu Kasok dulunya merupakan lembah subur dan perkampungan kecil di sekitar aliran Sungai Kampar Kiri. Daerah ini dikenal dengan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai sebagai sumber air, tempat mencari ikan, hingga jalur transportasi tradisional.

Namun, pada tahun 1993–1997, ketika pemerintah membangun proyek besar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, sebagian besar kawasan di sekitar Kampar terendam air bendungan. Lembah yang dulunya hijau berubah menjadi danau luas dengan pulau-pulau kecil yang sebenarnya adalah puncak bukit yang tidak terendam.

Dari sinilah pemandangan Ulu Kasok terbentuk perpaduan air biru, bukit hijau, dan udara sejuk yang menciptakan panorama mirip gugusan pulau di Raja Ampat, Papua.

Nama “Ulu Kasok” berasal dari bahasa setempat, kata “Ulu” berarti hulu atau bagian atas sungai, sedangkan “Kasok” diyakini berasal dari nama sebuah daerah kecil yang dulu berada di wilayah itu. Masyarakat sekitar Desa Pulau Gadang dan Gonjong menyebut daerah ini sebagai wilayah ulu Sungai Kasok, sehingga lama-kelamaan dikenal dengan nama Ulu Kasok.

Keindahan Ulu Kasok mulai dikenal luas sekitar tahun 2015, ketika beberapa warga setempat mulai membuka akses wisata sederhana di puncak bukit di tepi bendungan. Dari titik pandang tersebut, pengunjung bisa melihat gugusan pulau kecil di tengah air yang menakjubkan. Foto-foto keindahan ini kemudian menyebar di media sosial, menjadikan Ulu Kasok sebagai ikon wisata alam Kampar.

Keindahan Ulu Kasok mengingatkan bahwa di balik setiap perubahan alam, tersimpan cerita manusia yang berjuang menyesuaikan diri dengan keadaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....