Sejarah dan Arsitektur Unik Masjid Raya Sultan Riau

  • 30 Jul 2025 09:10 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru : Di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, berdiri sebuah bangunan megah nan sarat makna: Masjid Raya Sultan Riau. Dibangun pada abad ke-19, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah, kebesaran Kesultanan Riau-Lingga, serta kekuatan budaya dan ilmu pengetahuan masyarakat Melayu.

Dikutip dari Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Masjid ini didirikan pada tahun 1803 oleh Sultan Mahmud Syah III dan kemudian disempurnakan oleh Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah. Pembangunan masjid ini melibatkan rakyat dari berbagai penjuru wilayah, bahkan menggunakan bahan-bahan tak biasa seperti putih telur sebagai campuran perekat dinding. Konon, ribuan telur sumbangan masyarakat digunakan dalam proses pembangunannya, bukti semangat gotong royong dan nilai religius yang tinggi.

Pulau Penyengat sendiri merupakan pusat pemerintahan sekaligus tempat kediaman tokoh-tokoh besar seperti Raja Ali Haji, sastrawan dan ulama yang juga pencetus bahasa Melayu baku. Masjid ini menjadi simbol kebesaran Islam dan kecerdasan intelektual di masa itu. Masjid Raya Sultan Riau memiliki gaya arsitektur yang memadukan unsur Melayu, Timur Tengah, dan India. Warna kuning terang pada dindingnya melambangkan kemegahan dan identitas kebudayaan Melayu. Bangunan utama masjid dikelilingi oleh empat menara kecil dan dua kubah besar, menjadikannya terlihat megah dari kejauhan.

Salah satu keistimewaan masjid ini adalah keaslian bangunannya yang masih terjaga hingga kini. Bahan-bahan bangunan yang digunakan, seperti campuran kapur, pasir, dan putih telur, memberikan kekuatan luar biasa pada struktur masjid, meski telah berusia lebih dari dua abad. Di dalam masjid, terdapat mimbar kayu tua, manuskrip Al-Qur’an tulisan tangan, serta tempat wudhu yang memiliki bentuk dan posisi unik, menambah kekhasan tempat suci ini.

Masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ikon kebudayaan Melayu. Banyak pelancong dan peneliti yang datang untuk menyaksikan keindahan arsitekturnya serta menelusuri jejak intelektual Islam di masa lampau. Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata bahwa Islam di Nusantara tidak hanya berkembang melalui dakwah, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pendidikan, dan kesenian.

Masjid Raya Sultan Riau adalah warisan sejarah yang tak ternilai. Ia menyatukan unsur spiritual, budaya, dan arsitektur dalam satu harmoni yang menggambarkan kejayaan masa lalu dan tetap relevan di masa kini. Mengunjunginya bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan juga menyelami nilai-nilai luhur yang telah membentuk identitas bangsa Melayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....