Wisata Musiman Muncul Akibat Sungai Kampar Mengering
- 23 Jun 2025 11:22 WIB
- Pekanbaru
KBRN,Pekanbaru : Fenomena keringnya Sungai Kampar di musim kemarau bukan hanya membawa kekhawatiran bagi warga yang menggantungkan hidup dari aliran air, tetapi juga menghadirkan peluang baru yakni munculnya wisata musiman yang menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan dari daerah sekitar.
Setiap kali debit air Sungai Kampar menurun drastis, terutama saat puncak kemarau, permukaan dasar sungai yang biasanya tersembunyi mulai terlihat. Bebatuan besar, hamparan pasir kering, hingga jejak aliran air yang membelah sungai menjadi dua, menciptakan pemandangan unik dan langka.
Fenomena ini spontan dimanfaatkan warga untuk menghadirkan spot wisata dadakan. Warga setempat mulai berinisiatif menyulap area kering itu menjadi tempat bersantai.
Berbagai spot foto sederhana seperti ayunan gantung, jembatan bambu, dan replika perahu dibuat untuk menarik pengunjung. Anak-anak bermain air di genangan dangkal, sementara para pedagang kaki lima memanfaatkan keramaian untuk menjual makanan ringan dan minuman dingin.
"Biasanya ini tempat memancing, tapi sekarang malah jadi tempat wisata," ujar Edi warga desa Buluh Nipis, Kampar, Senin (23/6/25).
Ia mengaku mendapat tambahan penghasilan dari menjual kelapa muda kepada pengunjung.
Meski bersifat musiman dan bergantung pada tingkat kekeringan sungai, wisata dadakan ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung datang hanya untuk menyaksikan langsung dasar sungai yang biasanya tak terlihat, berfoto di tengah sungai, atau sekadar bersantai menikmati udara sore.
Namun demikian, para ahli lingkungan mengingatkan agar masyarakat tetap bijak memanfaatkan kondisi ini. Kekeringan yang terlalu lama bisa berdampak buruk pada ekosistem sungai dan pasokan air bersih bagi warga sekitar.
Bagi sebagian warga, munculnya wisata musiman ini adalah berkah tak terduga di tengah kekhawatiran. Namun tetap dibutuhkan perhatian pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak kekeringan jangka panjang, sekaligus mengatur potensi wisata musiman agar tidak merusak lingkungan sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....