Berburu Madu Sialang Asli Teluk Meranti
- 30 Jan 2025 13:52 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Teluk Meranti, sebuah daerah di Kabupaten Pelalawan, Riau, terkenal dengan hutan-hutan lebatnya yang menjadi rumah bagi pohon sialang. Pohon raksasa ini menjadi sarang bagi lebah hutan penghasil madu alami.
Berburu madu sialang di Teluk Meranti bukan hanya sekadar aktivitas mencari madu, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat yang kaya akan kearifan lokal. Proses pengambilan madu sialang tidaklah mudah.
Para pemburu madu, yang disebut “pematang,” harus memanjat pohon-pohon sialang yang tingginya bisa mencapai puluhan meter. Mereka hanya berbekal tali rotan, tangga bambu, dan obor dari daun kelapa kering untuk mengusir lebah. Keahlian dan keberanian sangat dibutuhkan dalam proses ini karena sedikit saja kesalahan dapat berakibat fatal.
Ical, salah seorang pemburu madu Sialang mengatakan pengambilan madu dilakukan pada malam hari ketika lebah lebih tenang. Para pematang bekerja dalam kelompok untuk memastikan keamanan satu sama lain. Sementara satu orang memanjat pohon, yang lain menunggu di bawah untuk membantu menampung madu yang menetes dari sarang.
"Aroma madu yang manis dan suara dengungan lebah menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan, madu sialang yang diperoleh dari Teluk Meranti dikenal memiliki kualitas terbaik. Rasanya yang khas, perpaduan antara manis dan sedikit asam, membuatnya sangat diminati," ujarnya, Kamis (30/1/25).
"Selain itu, madu ini memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan luka, dan menjadi sumber energi alami, tidak heran jika madu sialang asli dihargai cukup tinggi di pasaran," sambungnya.
Disebutkannya, bagi masyarakat setempat, berburu madu sialang bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari budaya dan adat istiadat. Mereka percaya bahwa pohon sialang memiliki nilai spiritual dan harus dihormati.
"Sebelum memanen madu, biasanya dilakukan ritual tertentu untuk meminta izin kepada roh penjaga hutan agar proses panen berjalan lancar dan selamat," jelasnya.
Namun, keberadaan madu sialang semakin terancam akibat deforestasi dan perambahan hutan. Banyak pohon sialang yang ditebang untuk kepentingan industri, sehingga populasi lebah hutan pun menurun. Jika tidak ada upaya konservasi, tradisi berburu madu sialang di Teluk Meranti bisa punah di masa depan. Oleh karena itu, berbagai pihak mulai mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan sialang agar tradisi ini tetap lestari.
Berburu madu sialang di Teluk Meranti bukan hanya sekadar petualangan mencari madu alami, tetapi juga perjalanan mengenal lebih dalam tentang kearifan lokal dan keseimbangan alam. Dengan menjaga kelestarian hutan dan tradisi ini, masyarakat tidak hanya melindungi sumber penghidupan mereka tetapi juga warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....