Strategi Efektif Memadamkan Api di Lahan Gambut Riau
- 31 Agt 2026 09:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut. Karakteristik gambut membuat api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat merambat dan menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
Karena itu, pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menghilangkan kobaran api yang terlihat, tetapi harus dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan hingga kondisi lahan benar-benar aman. Pedoman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menetapkan pemadaman kebakaran pada gambut mencakup penanganan api di permukaan dan pemadaman bawah permukaan. Setelah titik api ditemukan, petugas melakukan pemadaman dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.
Air dapat dipompa dari kanal, parit, kolam, maupun sumber air lainnya menggunakan peralatan pemadam. Dalam penanganan karhutla di Pematang Pudu, Bengkalis, misalnya, petugas menghadapi kondisi kanal yang debit airnya menyusut sehingga harus membersihkan lumpur terlebih dahulu agar air dapat dipompa menuju lokasi kebakaran.
Dikutip dari website resmi Pemerintah Provinsi Riau, pada lahan gambut, pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh. Api yang terlihat di permukaan bisa saja sudah padam, tetapi panas dan bara masih berada di dalam lapisan gambut. Karena itu, petugas terus menyiram area yang terbakar untuk menurunkan suhu dan membasahi lapisan gambut. Proses tersebut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemadaman kebakaran di permukaan tanah biasa.
Dalam operasi di Sungai Segajah Jaya, Rokan Hilir, pembasahan dan pendinginan dilakukan selama beberapa hari hingga seluruh bara dipastikan padam. Tahap berikutnya adalah pendinginan atau mopping up. Petugas menyisir kembali area yang telah terbakar untuk mencari titik yang masih mengeluarkan asap, panas, atau bara.
Asap yang masih muncul dari permukaan gambut menjadi tanda bahwa proses penanganan belum selesai. Di Pematang Pudu, Bengkalis, Manggala Agni tetap melakukan mopping up meskipun api aktif telah padam karena bara di bawah permukaan masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Pemantauan dari udara juga dapat membantu petugas menemukan titik panas yang sulit terlihat dari permukaan. Dalam sejumlah operasi karhutla di Riau, drone digunakan untuk memantau area terbakar dan memastikan tidak ada titik api baru. Untuk kebakaran yang luas atau sulit dijangkau dari darat, dukungan helikopter water bombing juga dapat digunakan. Pada Agustus 2026, operasi penanganan karhutla Riau melibatkan pemadaman darat dan dukungan helikopter water bombing di sejumlah lokasi.
Selain pemadaman langsung, pengendalian penyebaran api menjadi bagian penting dari operasi. Petugas dapat membuat penyekatan atau menggunakan batas alami maupun buatan untuk mencegah api merambat menuju vegetasi yang belum terbakar. Di Sungai Segajah Jaya, misalnya, tim melakukan penyekatan di sekitar area terbakar untuk mengurangi kemungkinan api menjalar ke wilayah lain.
Penanganan karhutla gambut membutuhkan kesabaran karena hujan atau padamnya api di permukaan belum selalu berarti kebakaran telah selesai. Pada Agustus 2026, pemerintah bahkan menekankan pentingnya pendinginan di kawasan gambut Kerumutan, Pelalawan, karena lokasi yang hanya menyisakan asap masih dapat menyimpan bara di bawah permukaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemantauan harus terus dilakukan sampai tidak ditemukan lagi tanda-tanda panas, asap, maupun bara.
Dengan demikian, strategi pemadaman api di lahan gambut Riau mencakup deteksi titik api, pemadaman permukaan, pembasahan lapisan gambut, pendinginan, penyisiran (mopping up), pemantauan, dan pencegahan penyalaan kembali. Penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi oleh petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan yang sesuai. Masyarakat dapat membantu terutama melalui pencegahan, pelaporan dini, dan tidak melakukan pembakaran lahan. Dengan penanganan yang cepat dan menyeluruh, risiko meluasnya karhutla serta munculnya kembali titik api dapat ditekan.
Penulis : Hairin
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....