Ukir Mimpi Sambil Angkat Budaya, Bujang dan Dara II Kampar Siapkan Masa Depan

  • 25 Agt 2026 18:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjadi Bujang dan Dara II Kampar 2026 tidak membuat Muhammad Rizqo Al Ihsan dan Hazirah Malyanah melupakan pendidikan serta cita-cita yang sedang mereka perjuangkan. Justru, pengalaman di ajang tersebut menjadi bekal untuk mendukung rencana masa depan keduanya.

Rizqo saat ini menempuh pendidikan di bidang hukum. Ia memiliki cita-cita untuk mengabdi kepada negara setelah menyelesaikan pendidikan.

“Cita-cita itu tetap utama. Sekarang cita-cita itu mungkin menjadi mengabdi kepada negara, melalui jalur CPNS nantinya ketika sudah sarjana,” ujar Rizqo dalam program Sore Ceria Programa 2 RRI Pekanbaru.

Sementara Hazirah yang menempuh pendidikan di bidang ilmu gizi ingin melanjutkan cita-citanya menjadi ahli gizi. Keikutsertaannya dalam Bujang Dara Kampar tidak mengubah tujuan tersebut, tetapi justru memberikan tambahan pengalaman dan relasi yang dapat mendukung perjalanan kariernya.

“Zira pastinya pengen jadi ahli gizi beneran,” kata Hazirah.

Menurut keduanya, Bujang Dara memberikan berbagai kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan maupun dunia profesional. Salah satunya adalah kemampuan berbicara di depan publik serta memperluas jaringan pertemanan dan profesional.

Hazirah menilai relasi yang diperoleh selama mengikuti Bujang Dara dapat menjadi salah satu bekal penting untuk mencapai cita-cita.

“Secara kalau kita masuk Bujang Dara, itu relasi kita akan jadi terbuka lebih luas lagi dan akan mempermudah kita di masa depan untuk menggapai mimpi,” tuturnya.

Selain pendidikan dan kegiatan Bujang Dara, keduanya juga memiliki aktivitas lain. Rizqo memiliki hobi bermain voli dan pernah menjadi pemain yang mewakili sekolah. Sementara Hazirah gemar bepergian dan mengeksplorasi berbagai daerah.

Dengan banyaknya aktivitas tersebut, keduanya menyadari pentingnya kemampuan mengatur waktu. Rizqo mengaku terbiasa membuat jadwal dan mencatat berbagai kegiatan yang harus dilakukan dalam satu hari.

“Sebelum kegiatan itu dimulai, kita membuat jadwal. Kita membuat catatan di note. Di jam 12 siang ini, di hari ini kita melakukan ini, dan di sorenya kita melakukan kegiatan selanjutnya,” jelasnya.

Menurut Rizqo, jadwal memang terkadang tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana karena ada berbagai hal yang tidak dapat diprediksi. Namun, membuat catatan kegiatan membantu dirinya tetap memiliki gambaran mengenai prioritas yang harus diselesaikan.

Sementara bagi Hazirah, keikutsertaannya dalam Bujang Dara Kampar juga sudah dipersiapkan sejak awal agar tidak mengganggu kegiatan perkuliahan. Saat mengikuti rangkaian ajang tersebut, ia sedang berada dalam masa libur semester.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa mengejar mimpi tidak harus berarti meninggalkan kegiatan lain. Pendidikan, pengembangan diri, organisasi, hobi, hingga kegiatan sosial dapat berjalan beriringan selama seseorang mampu menentukan prioritas dan mengatur waktu.

Bagi Rizqo dan Hazirah, gelar Bujang II dan Dara II Kampar 2026 menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar. Mereka ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan budaya Kampar sekaligus membangun kemampuan dan jaringan yang dapat mendukung cita-cita di masa depan.

Penulis : Khasna Lathifah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....