Mitos atau Fakta Kucing Mampu Menyerap Energi Negatif

  • 27 Jul 2026 00:11 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kucing telah lama menjadi hewan peliharaan yang dekat dengan kehidupan manusia. Selain dikenal karena tingkah lakunya yang menggemaskan, kucing juga sering dikaitkan dengan berbagai kepercayaan. Salah satu anggapan yang cukup populer adalah bahwa kucing mampu menyerap atau mengusir energi negatif di dalam rumah.

Kepercayaan ini telah berkembang di berbagai budaya selama ratusan tahun dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini. Namun, benarkah anggapan tersebut didukung oleh bukti ilmiah?

Dalam beberapa tradisi kuno, seperti budaya Mesir Kuno, kucing dianggap sebagai hewan yang suci dan memiliki kemampuan melindungi rumah dari roh jahat maupun energi buruk. Di Jepang, kucing juga menjadi simbol keberuntungan melalui figur Maneki-neko, sedangkan dalam beberapa kepercayaan lain, perilaku kucing sering dikaitkan dengan kemampuan merasakan hal-hal yang tidak dapat dilihat manusia. Meski demikian, kepercayaan tersebut lebih bersifat budaya dan spiritual daripada fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Dari sudut pandang sains, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan kucing mampu menyerap energi negatif atau kekuatan gaib. Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), perilaku kucing dapat dijelaskan melalui naluri, kemampuan sensorik yang tajam, serta kepekaan terhadap perubahan lingkungan, seperti suara berfrekuensi tinggi, getaran, cahaya, maupun aroma yang tidak disadari manusia. Oleh karena itu, perilaku kucing yang tampak "melihat sesuatu" belum dapat dijadikan bukti adanya energi negatif.

Meskipun tidak terbukti dapat menyerap energi negatif, kehadiran kucing memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental pemiliknya. Interaksi dengan hewan peliharaan, seperti mengelus atau bermain bersama kucing, diketahui mampu membantu mengurangi stres, memberikan rasa nyaman, dan meningkatkan suasana hati. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hewan peliharaan dapat memberikan manfaat emosional, mengurangi rasa kesepian, serta mendorong interaksi sosial yang lebih baik antara manusia.

Suara dengkuran atau purring kucing juga sering dianggap memiliki efek menenangkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dengkuran kucing berkisar antara 25–150 Hz, yang diduga memiliki manfaat tertentu terhadap relaksasi dan proses penyembuhan jaringan. Namun, para ilmuwan masih terus meneliti hubungan tersebut sehingga belum dapat disimpulkan bahwa dengkuran kucing memiliki kekuatan khusus untuk menghilangkan energi negatif.

Kepercayaan mengenai kucing sebagai penyerap energi negatif kemungkinan muncul karena perubahan emosi yang dirasakan pemilik setelah berinteraksi dengan hewan kesayangannya. Saat seseorang merasa lebih tenang, nyaman, dan bahagia setelah ditemani kucing, kondisi tersebut sering kali ditafsirkan sebagai hilangnya energi negatif. Padahal, perubahan tersebut lebih dapat dijelaskan melalui respons psikologis dan manfaat emosional yang diberikan oleh keberadaan hewan peliharaan.

Pada akhirnya, anggapan kucing mampu menyerap energi negatif masih tergolong sebagai mitos yang belum didukung oleh bukti ilmiah. Namun, bukan berarti kehadiran kucing tidak membawa manfaat.

Sebaliknya, kucing dapat menjadi teman yang setia, membantu mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas hidup pemiliknya melalui interaksi yang hangat dan menyenangkan. Dengan memahami perbedaan antara kepercayaan budaya dan fakta ilmiah, kita dapat lebih menghargai kucing bukan karena kekuatan mistisnya, melainkan karena manfaat nyata yang mereka berikan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Risa Oktavia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....