Dibalik Layar Beasiswa Anak Riau: Seleksi Ketat Demi Mencari Generasi Terbaik

  • 29 Mar 2026 23:09 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjadi bagian dari Beasiswa Anak Riau bukanlah hal yang mudah seperti yang disampaikan oleh Alifa Wahdini, C.NPS (Project Leader Beasiswa Anak Riau 2026) , Faraz Zakia (Awardee Beasiswa Anak Riau 2026) dan Aditya Andrachmon (Project Team Beasiswa Anak Riau 2026) dalam Obrolan Sore Ceria PRO 2 Pekanbaru pada Sabtu, 28 Maret 2026 . Program ini menerapkan proses seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar memiliki potensi dan komitmen untuk berkembang.

Setiap tahunnya, ratusan pelajar dari berbagai daerah di Riau mendaftar. Pada tahun ini saja, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 400 orang. Namun, hanya sekitar 20 peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir.

Proses seleksi dimulai dari tahap administrasi dan penulisan esai. Berbeda dari kebanyakan program lainnya, penilaian tidak berfokus pada prestasi akademik atau jumlah sertifikat. Justru, yang menjadi perhatian utama adalah cara berpikir dan sudut pandang peserta terhadap permasalahan di daerahnya.

Peserta diminta untuk menuliskan esai yang menggambarkan bagaimana mereka melihat kondisi di Riau, serta solusi yang dapat mereka tawarkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini bertujuan untuk mengukur kepedulian dan pola pikir kritis mereka.

Setelah tahap esai, peserta yang lolos akan masuk ke tahap pembuatan video. Dalam tahap ini, mereka harus mempresentasikan ide dan gagasan secara langsung. Kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri menjadi poin penting dalam penilaian.

Tahap terakhir adalah wawancara, di mana peserta akan dinilai lebih mendalam oleh tim penilai profesional, termasuk dari dalam dan luar negeri. Dari ratusan pendaftar, hanya sekitar 50 orang yang mencapai tahap ini sebelum akhirnya dipilih peserta terbaik.

Selain peserta, peran volunteer juga tidak kalah penting. Seperti yang dilakukan oleh Ramon, seorang mahasiswa teknik industri yang turut berkontribusi dalam program ini. Ia mengaku belajar banyak tentang manajemen waktu dan kerja tim selama menjadi bagian dari Beasiswa Anak Riau.

Keseluruhan proses ini menunjukkan Beasiswa Anak Riau tidak hanya mencari peserta yang pintar, tetapi juga mereka yang memiliki visi, kepedulian, dan semangat untuk membawa perubahan.

Program ini menjadi bukti bahwa kualitas generasi muda dapat dibentuk melalui proses yang tepat, seleksi yang matang, serta pembinaan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....