Mengapa Manusia Sulit Adil? Perspektif Spiritual dan Sosial

  • 28 Mar 2026 23:43 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa sudah bersikap adil, namun tetap dianggap tidak adil oleh orang lain. Hal ini menjadi salah satu pertanyaan menarik yang dibahas dalam program Tanya Ustadz Pro 2 Pekanbaru bersama Prof. Dr. Erdianto, Wakil Ketua ICMI Orwil Riau pada 19 Maret 2026.

Erdianto menjelaskan perbedaan sudut pandang adalah salah satu penyebab utama. Setiap manusia memiliki latar belakang, kebutuhan, dan persepsi yang berbeda, sehingga standar keadilan pun bisa berbeda-beda. Apa yang dianggap adil oleh satu orang belum tentu dirasakan sama oleh orang lain.

Selain itu, manusia sering kali memaksakan standar pribadinya kepada orang lain. Misalnya, seseorang menganggap sesuatu itu baik menurut dirinya, lalu menganggap orang lain juga harus menerima hal yang sama. Padahal, selera dan kebutuhan setiap orang tidak bisa disamaratakan.

Dalam Islam, keadilan juga sangat berkaitan dengan keikhlasan bahwa amal kecil bisa bernilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas. Sebaliknya, amal besar bisa menjadi tidak berarti jika tidak disertai keikhlasan.

Kisah-kisah sederhana seperti seseorang yang memberi minum seekor hewan atau membantu orang lain dengan tulus menjadi contoh bahwa keadilan tidak selalu terlihat dari besar kecilnya tindakan, tetapi dari niat di baliknya.

Selain itu, manusia juga sering tidak adil karena tidak menerima takdir atau perannya dalam kehidupan. Seperti contohnya bagaimana makhluk lain seperti hewan dan malaikat menjalankan perannya tanpa protes. Sementara manusia sering kali tidak puas dengan apa yang dimilikinya.

Dalam perspektif spiritual, keadilan juga diukur dari kerelaan seseorang terhadap ketetapan Allah. Ketika seseorang mampu menerima dan bersyukur dalam kondisi apapun, maka ia telah berlaku adil terhadap dirinya dan Tuhannya.

Pada akhirnya, keadilan bukan hanya soal tindakan, tetapi juga soal hati dan cara pandang. Dengan memahami perbedaan, menjaga keikhlasan, dan menerima ketentuan hidup, manusia bisa lebih mendekati makna keadilan yang sesungguhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....