Keadilan dalam Islam: Bukan Sekadar Sama Rata, tapi Menempatkan pada Tempatnya
- 28 Mar 2026 23:36 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Konsep keadilan sering kali dipahami secara sederhana oleh masyarakat sebagai sesuatu yang “dibagi sama rata”. Namun dalam program Tanya Ustadz Pro 2 Pekanbaru, bersama Prof. Dr. Erdianto, Wakil Ketua ICMI Orwil Riau pada 19 Maret 2026.
Erdianto menjelaskan keadilan tidak sesederhana itu. Dalam perspektif Islam, keadilan justru lebih dekat pada makna keseimbangan, yakni menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan porsinya.
Dalam pembukaan diskusi, beliau menyinggung dunia hukum selama ini banyak merujuk pada pemikiran filsuf seperti Aristoteles, yang membagi keadilan menjadi beberapa jenis seperti distributif dan komutatif. Namun demikian, Islam menawarkan konsep yang lebih sederhana dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keadilan dalam Islam adalah lawan dari kezaliman. Ketika seseorang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya, maka itulah yang disebut sebagai tindakan zalim. Artinya, keadilan bukan soal angka atau pembagian yang sama, tetapi soal ketepatan dalam memperlakukan sesuatu.
Contoh sederhana yang diberikan adalah dalam kehidupan keluarga. Memberikan jumlah uang yang sama kepada setiap anak belum tentu adil. Anak yang memiliki kebutuhan lebih besar, seperti yang sedang kuliah, tentu membutuhkan porsi yang berbeda dibandingkan anak yang masih sekolah dasar. Di sinilah konsep keseimbangan menjadi penting.
Lebih jauh, keadilan dalam Islam tidak hanya berlaku dalam hubungan antar manusia. Erdianto menekankan manusia juga harus berlaku adil kepada Allah, kepada lingkungan, kepada hewan, bahkan kepada tumbuhan. Semua memiliki hak yang harus dipenuhi sesuai porsinya.
Dalam kehidupan modern, sering kali manusia tidak menyadari bahwa tindakan kecil pun bisa menjadi bentuk ketidakadilan. Misalnya, merusak lingkungan, membuang sampah sembarangan, atau bahkan menggunakan sesuatu tidak sesuai fungsinya. Hal-hal ini termasuk bentuk kezaliman dalam perspektif Islam.
Pada akhirnya, keadilan dalam Islam mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Ketika manusia mampu menjaga keseimbangan tersebut, maka kehidupan akan berjalan harmonis. Sebaliknya, ketika keseimbangan terganggu, maka ketidakadilan akan muncul dalam berbagai bentuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....