Kebiasaan yang Tidak Bisa Diubah saat Bulan Ramadhan
- 05 Mar 2026 08:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Selain meningkatkan aktivitas ibadah, ada pula sejumlah kebiasaan yang kerap muncul setiap tahun dan sulit diubah, mulai dari ngabuburit, perubahan pola tidur, hingga kebiasaan berkumpul bersama teman menjelang waktu berbuka.
Dari rangkuman program Celoteh Ramadhan di Pro-2 FM, beberapa orang warga masyarakat memberikan tanggapannya tentang kebiasaan yang gak bisa diubah di bulan Ramadhan, yang dirangkum Rabu 4 Maret 2026. Istia Mega seorang administrator mengatakan, kebiasaan yang hampir tidak pernah terlewat saat Ramadhan adalah berjalan-jalan sore atau ngabuburit sambil mencari takjil. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi cara untuk menikmati suasana Ramadhan yang lebih ramai dari biasanya.
“Biasanya sore-sore jalan-jalan sambil berburu takjil. Dulu sering lapar mata, jadi banyak yang dibeli tapi tidak habis. Sekarang sudah coba beli seperlunya saja, tapi keluar jalan-jalan sorenya tetap wajib karena seru melihat orang ramai,” ujarnya.
Sementara itu, Rustam karyawan swasta di Duri memiliki kebiasaan berbeda ketika menjalani puasa, terutama saat cuaca terasa panas. Ia mengaku lebih sering mandi untuk menyegarkan tubuh selama berpuasa. “Kalau lagi panas saat Ramadhan biasanya saya mandi sampai tiga atau empat kali sehari. Rasanya lebih segar saja, jadi puasanya terasa lebih nyaman,” katanya.
Di sisi lain, Juni Riansyah seorang owner Event Organizer di Pekanbaru menilai kebiasaan yang sulit diubah saat Ramadhan sering berkaitan dengan pola hidup, terutama waktu tidur. Ia mengatakan sebagian orang terbiasa begadang pada malam hari, lalu setelah sahur langsung kembali tidur sehingga waktu siang lebih banyak dihabiskan untuk beristirahat.
“Kalau begadang terus setelah sahur langsung tidur, akhirnya siang hari juga banyak tidur. Kebiasaan ini bisa mengganggu produktivitas dan kualitas ibadah, jadi sebaiknya pola tidur diatur lebih baik selama Ramadhan,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Alang seorang supir travel yang mengaku kebiasaan begadang semakin sering terjadi saat Ramadhan. Ia biasanya menghabiskan waktu malam dengan bermain gim daring hingga menjelang sahur. “Biasanya main game sampai jam tiga atau empat pagi sambil menunggu sahur. Setelah Subuh baru tidur, bangun lagi sudah mendekati siang,” katanya.
Ade Dosen salah satu Perguruan Tinggi juga mengaku memiliki kebiasaan yang hampir selalu dilakukan setiap Ramadhan, yaitu berbuka dengan gorengan. Menurutnya, menu tersebut terasa kurang lengkap jika tidak hadir di meja berbuka. “Kalau buka puasa rasanya harus ada gorengan. Selain itu, biasanya habis salat Subuh juga sering tidur lagi, padahal sebenarnya kebiasaan itu kurang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ilham seorang ASN di Kemen PU mengatakan Ramadhan juga identik dengan kebiasaan berkumpul bersama teman-teman menjelang berbuka puasa. Ia mengaku suasana tersebut membuat aktivitas ngabuburit terasa lebih menyenangkan.
“Kalau Ramadhan biasanya lebih sering nongkrong atau berburu takjil. Jalanan juga jadi lebih ramai, itu yang membuat suasana Ramadhan terasa lebih hidup,” katanya.
Berbagai kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga menghadirkan tradisi sosial yang khas di tengah masyarakat. Meski beberapa kebiasaan dinilai kurang baik, banyak orang tetap berusaha menyesuaikannya agar tetap dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih seimbang.