Warisan Messi Terlalu Berat, Siapa Pewaris Nomor 10 Argentina?
- 07 Okt 2026 09:26 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Berakhirnya perjalanan Lionel Messi bersama Timnas Argentina bukan sekadar pergantian pemain, tetapi juga menandai dimulainya pencarian sosok yang mampu memikul beban nomor 10. Setelah lebih dari dua dekade menjadi simbol kejayaan La Albiceleste, nomor keramat tersebut harus segera menemukan pemilik baru.
Messi dijadwalkan menjalani penampilan terakhirnya bersama Argentina saat menghadapi Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, Selasa malam waktu setempat. Laga ke-208 itu menjadi penutup karier internasional pemain berusia 39 tahun tersebut sekaligus momen perpisahan dengan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.
Menurut The Sporting News, Argentina tidak dapat memensiunkan nomor 10 karena regulasi FIFA mengharuskan setiap tim nasional memberikan nomor punggung kepada pemain yang masuk dalam daftar pertandingan. Karena itu, nomor yang selama ini identik dengan Messi dan sebelumnya juga dikenakan Diego Maradona tersebut harus diwariskan kepada pemain lain.
Warisan itu jelas tidak ringan. Messi meninggalkan Argentina sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak dengan 125 gol. Ia juga membawa negaranya meraih Piala Dunia 2022 serta dua gelar Copa America, sehingga standar terhadap penerusnya akan sangat tinggi.
Pengalaman Argentina setelah era Maradona menjadi gambaran betapa beratnya tugas tersebut. Seusai Maradona pensiun pada 1994, sejumlah pemain seperti Pablo Aimar, Ariel Ortega dan Juan Roman Riquelme sempat mengenakan nomor 10, namun Argentina mengalami periode panjang tanpa prestasi besar di turnamen internasional.
Situasi serupa berpotensi kembali terjadi setelah Messi pergi. Tim asuhan Lionel Scaloni memang masih memiliki sejumlah pemain berkualitas, tetapi belum ada sosok yang secara langsung memiliki kombinasi pengaruh, kreativitas, pengalaman dan kharisma seperti Messi.
The Sporting News menyebut tiga nama yang berpeluang menjadi penerus nomor 10 Argentina, yakni Franco Mastantuono, Enzo Fernandez dan Nico Paz. Ketiganya memiliki karakter berbeda sehingga pilihan akhir Scaloni kemungkinan akan bergantung pada kebutuhan tim dan perkembangan masing-masing pemain.
Mastantuono menjadi salah satu kandidat karena memiliki prospek besar di usia muda. Pemain yang terakhir kali mengenakan nomor 10 Argentina sebelum Messi tersebut baru mengoleksi enam caps dan satu gol. Performanya bersama Fiorentina juga menjadi faktor penting untuk membuktikan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan lebih besar.
Nama berikutnya adalah Enzo Fernandez. Gelandang berusia 25 tahun itu sudah memiliki sekitar 50 caps dan menjadi bagian penting dalam permainan Argentina. Meski selama karier internasional lebih sering menggunakan nomor 24, pengalaman dan perannya sebagai gelandang serang membuatnya menjadi kandidat realistis untuk menggunakan nomor 10.
Sementara itu, Nico Paz dinilai memiliki prospek jangka panjang yang paling menarik. Pemain yang kini memperkuat Como tersebut telah mengoleksi 13 caps dan tiga gol. Perkembangannya di Italia membuat Paz dipandang sebagai salah satu pemain yang berpotensi menjadi wajah baru Argentina setelah era Messi.
Namun, memberikan nomor 10 kepada Paz sejak awal juga memiliki risiko. Pengalaman internasionalnya masih terbatas dibandingkan Fernandez. Karena itu, Argentina dapat memilih pemain yang lebih senior untuk menggunakan nomor tersebut dalam jangka pendek, sembari memberikan ruang bagi Paz untuk berkembang dan mengambil peran lebih besar.
Tantangan utama Argentina bukan sekadar menentukan siapa pemilik nomor 10, tetapi bagaimana menjaga daya saing setelah kehilangan pemain yang selama ini menjadi pusat permainan. Messi meninggalkan standar yang hampir mustahil disamai, sehingga penerusnya tidak seharusnya dibebani tuntutan untuk menjadi Messi berikutnya.
Pada akhirnya, nomor 10 Argentina akan kembali menjadi simbol harapan sekaligus tekanan. Setelah Maradona dan Messi, siapa pun yang mengenakannya akan membawa sejarah panjang di pundaknya. Tantangan Scaloni adalah memastikan nomor tersebut menjadi bagian dari masa depan baru Argentina, bukan sekadar bayang-bayang kejayaan masa lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....