Indonesia vs Thailand, Garuda Memburu Sejarah di Final FIFA ASEAN Cup

  • 05 Okt 2026 08:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Timnas Indonesia berada di ambang sejarah saat menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, Garuda memburu trofi utama senior sekaligus peluang mengakhiri dominasi Thailand di sepak bola Asia Tenggara.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB. Final ini menjadi pertemuan dua rival tradisional yang memiliki sejarah panjang, sekaligus menjadi laga puncak edisi perdana FIFA ASEAN Cup, turnamen regional Asia Tenggara yang mendapat dukungan FIFA.

Indonesia melaju ke final setelah menjadi juara Grup A. Skuad Garuda tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan, termasuk kemenangan atas Singapura dan Bangladesh serta hasil imbang melawan Malaysia. Persaingan ketat di grup membuat kelolosan Indonesia baru dipastikan pada menit-menit akhir pertandingan terakhir.

Pada laga melawan Bangladesh, Indonesia sempat tertinggal dalam perolehan selisih gol dari Malaysia yang juga memiliki peluang lolos. Namun, gol Kevin Diks dan Mitchell Baker pada menit ke-96 dan 97 membuat Indonesia menyamakan selisih gol dan akhirnya unggul dalam jumlah gol yang dicetak.

Thailand melangkah ke final dengan perjalanan yang lebih mulus. Gajah Perang memenangi dua pertandingan awal Grup B dengan mengalahkan Pakistan 4-0 dan Vietnam 2-0. Meski kemudian kalah 0-1 dari Filipina pada laga terakhir, hasil tersebut tidak memengaruhi posisi Thailand yang sudah memastikan tiket ke final.

Dari sisi pengalaman, Thailand tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tim berjuluk Gajah Perang itu merupakan pemegang tujuh gelar ASEAN Championship dan memiliki catatan panjang dalam berbagai turnamen regional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting menghadapi Indonesia yang tengah memburu trofi senior utama pertamanya.

Secara historis, Thailand juga masih unggul dalam rekor pertemuan kedua tim. Dari 78 pertandingan yang telah dimainkan, Thailand mencatat 37 kemenangan, sedangkan Indonesia meraih 25 kemenangan dan 16 laga lainnya berakhir imbang. Dalam 10 pertemuan terakhir, Thailand menang lima kali, Indonesia dua kali, sementara tiga pertandingan berakhir seri.

Namun, statistik tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan Indonesia ketika bermain di kandang. Dua kemenangan Indonesia dalam 10 pertemuan terakhir sama-sama diraih saat Garuda bertindak sebagai tuan rumah. Salah satu kemenangan yang paling dikenang terjadi pada Piala AFF 2010 di SUGBK ketika Bambang Pamungkas mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan dan membawa Indonesia menang.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala AFF 2022 di SUGBK dan berakhir imbang 1-1. Indonesia sempat unggul melalui eksekusi penalti Marc Klok sebelum Thailand menyamakan kedudukan melalui Sarach Yooyen. Hasil tersebut kembali menunjukkan ketatnya persaingan kedua tim setiap kali bertemu.

Final kali ini juga mempertemukan dua pelatih yang memiliki pengalaman di sepak bola internasional. Indonesia ditangani John Herdman, sedangkan Thailand berada di bawah arahan Anthony Hudson. Keduanya pernah berada dalam lingkar persaingan sepak bola Amerika Utara ketika Herdman menangani Kanada dan Hudson menjadi bagian staf kepelatihan Amerika Serikat.

Dari komposisi pemain, Indonesia memiliki sejumlah nama yang berkarier di kompetisi Eropa. Emil Audero, Calvin Verdonk, dan kapten Kevin Diks menjadi bagian dari pemain yang diharapkan mampu memberikan pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Kehadiran mereka menjadi salah satu kekuatan Garuda dalam menghadapi Thailand.

Dukungan suporter juga menjadi faktor penting bagi Indonesia. Puluhan ribu pendukung diperkirakan memenuhi SUGBK untuk memberikan tekanan sekaligus energi tambahan bagi skuad Garuda. Bermain di hadapan publik sendiri memberi Indonesia kesempatan untuk tampil agresif sejak awal sekaligus menjaga konsentrasi menghadapi permainan Thailand yang sarat pengalaman.

Bagi Indonesia, final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar perebutan gelar juara, tetapi kesempatan menorehkan sejarah baru di hadapan publik sendiri. Sementara Thailand berambisi menambah koleksi gelarnya sekaligus membuktikan kembali status sebagai salah satu kekuatan utama Asia Tenggara. Pada akhirnya, sejarah pertemuan dan statistik akan dikesampingkan ketika pertandingan dimulai, karena gelar perdana FIFA ASEAN Cup akan ditentukan oleh permainan 90 menit di SUGBK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....