PSSI Pekanbaru 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
- 04 Sep 2026 16:57 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Pekanbaru masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Hotel Bono Pekanbaru, Jumat 4 september 2026, dan dilakukan langsung oleh Ketua PSSI Riau Edward Riansyah.
Prosesi pengukuhan turut dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau. Kepengurusan baru PSSI Pekanbaru diharapkan mampu membawa pembinaan sepak bola Kota Bertuah ke arah yang lebih baik, khususnya dalam mencetak pemain muda potensial.
Ketua PSSI Riau, Edward Riansyah, menyatakan optimistis pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan baik dan membangun sinergi bersama PSSI Riau. Ia juga mendorong agar kompetisi sepak bola semakin banyak digelar di Pekanbaru sebagai wadah bagi pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
| Baca juga: EBR FC Juara Soeratin U-17 Zona Riau 2026 |
“Kami yakin pengurus PSSI Pekanbaru yang baru ini mampu memajukan persepakbolaan Kota Bertuah, berkolaborasi dengan PSSI Riau, memperbanyak kompetisi di Kota Pekanbaru, dan meningkatkan atlet-atlet hingga ke tingkat nasional,” ujar Edward.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho berharap kepengurusan PSSI yang baru dapat memperkuat pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan diperlukan untuk membuka peluang bagi talenta-talenta muda Pekanbaru agar mampu menembus level yang lebih tinggi.
“Harapannya bisa menumbuhkan dan memunculkan atlet-atlet baru yang bisa membanggakan Kota Pekanbaru dan mengantarkan anak-anak Pekanbaru bergabung di Timnas Indonesia,” kata Agung.
Ketua PSSI Pekanbaru, Roni Saputra, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan jumlah kegiatan pembinaan, khususnya kompetisi untuk kelompok usia muda. Program tersebut diharapkan menjadi jalur bagi pemain lokal untuk berkembang dan bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami berkomitmen memperbanyak event-event pembinaan usia muda dan melahirkan banyak pemain yang bisa berkompetisi di liga lokal, provinsi, maupun nasional,” ungkap Roni.
Roni menambahkan, sejumlah program yang dijalankan tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya. Namun, pada kepengurusan baru, setiap kegiatan akan ditata lebih baik dan profesional serta disesuaikan dengan tata aturan PSSI. Dengan demikian, kompetisi diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain secara berkelanjutan.
“Program yang akan dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi akan kita tata lagi setiap event supaya lebih profesional sesuai dengan tata aturan PSSI,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....