UEFA Perketat VAR, Clear Line Jadi Pedoman Baru Mulai Musim 2026/2027

  • 11 Agt 2026 09:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Paris - UEFA mulai menata kembali penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dengan menghadirkan platform Clear Line. Inisiatif ini menjadi pedoman baru bagi perangkat pertandingan di berbagai kompetisi UEFA untuk memastikan penerapan aturan permainan dan proses review video berlangsung lebih seragam.

Clear Line diperkenalkan Ketua Komite Wasit UEFA Roberto Rosetti sebagai sarana untuk memberikan batas yang lebih tegas mengenai situasi yang membutuhkan intervensi VAR. Menurut laporan L'Équipe, platform tersebut memuat lebih dari 150 contoh situasi perwasitan, lengkap dengan penjelasan mengenai penerapan Laws of the Game dan keputusan yang perlu atau tidak perlu ditinjau melalui video.

Platform yang tersedia di situs resmi UEFA itu dilengkapi berbagai cuplikan pertandingan dan materi visual. Konten tersebut digunakan untuk menjelaskan alasan di balik keputusan-keputusan sulit maupun kontroversial, sehingga prinsip yang digunakan wasit dapat dipahami secara lebih luas.

Rosetti mengatakan, persoalan utama dalam penerapan VAR selama ini adalah menentukan kapan teknologi tersebut harus turun tangan. UEFA kemudian memanfaatkan pengalaman selama sekitar delapan tahun, berbagai kasus VAR dan lebih dari 100 cuplikan sebagai dasar untuk menyusun Clear Line.

“Pertanyaan yang selalu ditanyakan adalah kapan VAR harus melakukan intervensi. Tidak ada yang benar-benar tahu kapan harus melakukannya,” ujar Rosetti. Ia menegaskan Clear Line tidak hanya ditujukan kepada wasit, tetapi juga pemain, pelatih, klub, suporter dan jurnalis.

UEFA selama ini telah memberikan pengarahan kepada wasit Eropa sekitar empat kali dalam setahun, termasuk melalui materi berbasis video. Namun, Clear Line dirancang lebih komprehensif dan akan terus diperbarui apabila muncul situasi baru atau dibutuhkan penjelasan tambahan mengenai penerapan aturan.

Pejabat UEFA Velasco Carballo menjelaskan platform tersebut bukan sekadar laman khusus untuk perangkat pertandingan. Clear Line dibuat agar masyarakat sepak bola dapat memahami prinsip dasar VAR dan membandingkan keputusan dalam pertandingan dengan contoh kasus yang tersedia dalam perpustakaan video UEFA.

Kebijakan UEFA tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan yang lebih ketat dibandingkan penggunaan VAR oleh FIFA pada Piala Dunia terakhir. UEFA ingin kembali berpegang pada prinsip awal teknologi tersebut, yakni hanya memperbaiki kesalahan yang jelas dan nyata, bukan mengambil alih jalannya pertandingan dari wasit di lapangan.

Rosetti menegaskan VAR tidak seharusnya digunakan untuk mengatur pertandingan atau mengoreksi setiap detail kecil. Menurutnya, teknologi tersebut harus menjadi alat bantu yang digunakan secara terbatas, sementara wasit tetap memiliki kepribadian dan kewenangan dalam mengambil keputusan di lapangan.

Mulai musim 2026/2027, UEFA akan menerapkan Clear Line sebagai acuan dalam kompetisinya. Rosetti berharap VAR kembali difokuskan pada kesalahan serius, seperti insiden handball Diego Maradona saat menghadapi Inggris pada Piala Dunia 1986 atau handball Thierry Henry ketika Prancis menghadapi Irlandia pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2010, bukan mempermasalahkan detail-detail kecil yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....