Pemkab Kampar Percepat Realisasi APBD 2026
- 07 Okt 2026 08:11 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar — Pemerintah Kabupaten Kampar mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan memasuki Triwulan IV Tahun Anggaran 2026 agar seluruh target yang telah ditetapkan dapat terealisasi sesuai perencanaan dan jadwal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar saat memimpin Rapat Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Pembangunan APBD Tahun Anggaran 2026 di Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Selasa 6 Oktober 2026.
Ahmad Yuzar mengatakan, hingga saat ini realisasi fisik pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen, sementara realisasi keuangan berada di angka 68,88 persen. Dengan memasuki periode akhir tahun anggaran, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.
| Baca juga: HUT TNI ke-81 Perkuat Sinergi di Kampar |
“Alhamdulillah, sampai saat ini realisasi fisik kegiatan pembangunan sudah mencapai 70 persen dan realisasi keuangan 68,88 persen. Karena itu, kami meminta seluruh OPD segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan sesuai jadwal,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, ketepatan waktu menjadi hal penting agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami keterlambatan dan tahapan perencanaan berikutnya dapat disusun secara tepat. Setiap OPD juga diminta melakukan inventarisasi terhadap capaian fisik dan keuangan hingga September 2026, termasuk mengidentifikasi kegiatan yang masih berada di bawah target.
Bupati menegaskan, percepatan realisasi APBD tidak hanya berkaitan dengan pencapaian serapan anggaran, tetapi juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Belanja pemerintah yang terlaksana tepat waktu dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi, termasuk sektor usaha dan pasar tradisional.
| Baca juga: Transfer Pusat Turun, Rohil Genjot PAD |
“APBD ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat. Kalau terlambat dibelanjakan, tentu akan berdampak terhadap pembangunan dan perputaran ekonomi masyarakat. Kita tahu ini juga sangat memengaruhi aktivitas pasar tradisional di Bangkinang,” katanya.
Ahmad Yuzar menyebut masih terdapat sejumlah OPD yang memiliki deviasi sekitar lima persen antara capaian fisik dan keuangan dengan target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut diminta segera dievaluasi, baik pada kegiatan yang bersumber dari APBD Murni maupun APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
“Masih ada beberapa OPD yang belum mencapai target karena berbagai alasan. Segera lakukan evaluasi dan percepatan. Kegiatan yang sudah direncanakan harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan jadwal agar target pembangunan Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....