PM2.5 Tinggi, Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat

  • 05 Okt 2026 13:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali masuk kategori Tidak Sehat pada Senin 5 Oktober 2026 pagi. Kondisi tersebut ditandai dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang mencapai 88,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB.

Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati, mengatakan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru masih cukup tinggi sejak tengah malam hingga pagi hari. Berdasarkan pemantauan, konsentrasi PM2.5 berada pada rentang 56,4 hingga 101,7 mikrogram per meter kubik.

"Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB berada pada rentang 56,4 hingga 101,7 µg/m³. Kondisi tersebut menunjukkan paparan partikulat di udara masih cukup tinggi pada pagi hari," kata Ranti.

Kondisi tersebut berlangsung ketika potensi udara kabur akibat asap masih terdapat dalam prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Riau. Sebaran hotspot di Sumatera juga masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kondisi udara.

BMKG mencatat terdapat 2.804 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.196 titik. Selanjutnya Bangka Belitung 296 titik, Lampung 185 titik dan Jambi 114 titik.

Untuk wilayah Riau, terpantau tujuh hotspot yang tersebar di lima kabupaten. Indragiri Hilir mencatat tiga titik, sedangkan Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik.

"Sementara itu, hotspot di Riau terpantau sebanyak tujuh titik. Titik panas tersebut tersebar di lima daerah, yakni tiga titik di Indragiri Hilir serta masing-masing satu titik di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu," ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, cuaca Riau pada Senin masih berpeluang diguyur hujan. Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang terpantau di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar, sementara kondisi udara secara umum diprakirakan kabur hingga cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Dumai. Potensi hujan diprakirakan semakin meluas pada sore hingga malam hari.

"Hujan berpeluang semakin meluas pada sore hingga malam hari. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau, meski potensi udara kabur akibat asap masih perlu diwaspadai," kata Ranti.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Kota Dumai. Kondisi tersebut berpotensi terjadi pada sore serta malam hingga dini hari.

Sementara itu, suhu udara Riau diprakirakan berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

"Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam dan berpotensi memengaruhi penyebaran asap di wilayah terdampak,"ujarnya.

Dengan kondisi PM2.5 yang masih berada pada kategori Tidak Sehat, masyarakat Pekanbaru diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....