Magister Pendidikan Biologi UNRI Latih Guru Biologi Pekanbaru Susun Soal TKA

  • 03 Okt 2026 19:25 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebagai bentuk implementasi kemitraan antara Mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau (UNRI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kota Pekanbaru, telah diselenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Telaah Butir Soal TKA Biologi Berbasis HOTS dan Kasus Kontekstual bagi guru Biologi di Kota Pekanbaru pada Sabtu 3 Oktober 2026 di SMAN 5 Pekanbaru.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik sekaligus relevan dengan persoalan kehidupan nyata.

Pendampingan melibatkan tim dari Universitas Riau (UNRI) dengan menghadirkan Guru Besar Bidang Pendidikan Sains/Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau, Evi Suryawati, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pendampingan mengenai prinsip penyusunan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA), khususnya soal yang mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Guru juga didorong untuk menggunakan kasus dan stimulus kontekstual agar soal tidak hanya menguji kemampuan mengingat materi, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam menganalisis dan memecahkan masalah.

Ketua MGMP Biologi Kota Pekanbaru, Desnawati, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis bagi guru untuk diterapkan dalam penyusunan soal TKA Biologi.

“Harapan saya nanti semua guru-guru Biologi di MGMP Pekanbaru ini bisa menerapkan ilmu yang tadi sudah diberikan Prof. Evi tentang pembuatan soal HOTS untuk TKA,” ujar Desnawati.

Ia berharap penerapan hasil pendampingan dapat mendorong guru menghasilkan soal yang memiliki kualitas lebih baik, berbobot, dan valid sehingga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih tepat.

“Sehingga nanti kita memiliki soal-soal yang berbobot, yang valid, yang bisa kita gunakan untuk seluruh siswa di Kota Pekanbaru sehingga ini bisa mendongkrak nilai TKA Biologi Kota Pekanbaru,” katanya.

Sementara itu, Evi Suryawati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi melalui prinsip “dari kita, oleh kita, untuk kita”. Menurutnya, MGMP memiliki peran penting sebagai ruang bagi guru untuk saling belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pendampingan juga menekankan pentingnya proses telaah dan uji coba dalam penyusunan soal. Guru tidak cukup hanya membuat soal, tetapi perlu memastikan bahwa instrumen yang dihasilkan memenuhi aspek validitas dan reliabilitas.

“Dalam pembuatan soal tentu saja tahapannya kita akan menyusun soal yang valid dan reliabel. Tentu ini harus diujicobakan,” ujar Prof. Evi.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran karena guru dapat mengetahui sejauh mana soal yang disusun benar-benar mampu mengukur kompetensi yang ditargetkan.

Kegiatan pendampingan diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik penyusunan, telaah, uji coba, dan penyempurnaan soal secara berkelanjutan di lingkungan MGMP Biologi Kota Pekanbaru.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam menciptakan pembelajaran Biologi yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....