UNRI Gelar Workshop Asesmen Literasi di Dumai
- 30 Sep 2026 09:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Dumai — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Riau menggelar workshop penyusunan asesmen literasi berbasis multimodal yang terintegrasi dengan budaya Melayu bagi guru Bahasa Indonesia se-Kota Dumai.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 2 Dumai, Senin 28 September 2026, tersebut didukung dana DIPA Universitas Riau 2026 di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Workshop ini menjadi bentuk kontribusi UNRI dalam meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam menyusun asesmen literasi yang kontekstual dan berbasis budaya lokal.
Workshop diikuti sekitar 40 guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kota Dumai. Kegiatan ini merupakan tahap kedua dari rangkaian pengabdian, setelah sebelumnya dilaksanakan FGD bertajuk “Asesmen Literasi dalam Kerangka Internasional PISA” pada 28 Agustus 2026.
Ketua Tim Pengabdian, Tria Putri Mustika, S.Pd., M.Pd., mengatakan literasi multimodal penting diterapkan dalam pembelajaran karena peserta didik tidak hanya berhadapan dengan teks tertulis, tetapi juga berbagai bentuk informasi visual dan grafis.
“Literasi multimodal dapat menghadirkan teks pembelajaran yang memadukan tulisan, gambar, grafis, dan unsur budaya lokal. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya lebih mudah memahami materi, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya Melayu,” ujar Tria.
Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pretest untuk mengetahui pemahaman awal mengenai literasi multimodal dan asesmen pembelajaran. Selanjutnya, Tria Putri Mustika menyampaikan materi mengenai konsep literasi multimodal yang terintegrasi dengan budaya Melayu.
Materi berikutnya disampaikan Zulhafizh yang membahas penyusunan asesmen literasi. Ia menjelaskan cara merancang soal yang valid dan sesuai dengan indikator kompetensi literasi, termasuk soal yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mengolah informasi dari berbagai jenis teks.
“Guru perlu menyusun asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi peserta didik secara tepat, termasuk kemampuan memahami dan mengolah informasi dari berbagai bentuk teks,” kata Zulhafizh.
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti workshop. Hasil pretest dan posttest tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi.
Sebagai bentuk apresiasi, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Dumai menyerahkan plakat kepada Ketua Tim Pengabdian Universitas Riau. Penyerahan tersebut menjadi simbol kerja sama antara sekolah, MGMP, dan Universitas Riau dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan tim pengabdian. Melalui workshop tersebut, guru Bahasa Indonesia se-Kota Dumai diharapkan mampu menyusun asesmen yang tidak hanya mengukur kemampuan membaca, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya Melayu agar pembelajaran literasi lebih kontekstual dan sesuai dengan identitas lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....