Pemko Pekanbaru Bentuk Konselor Sebaya Nonformal
- 28 Sep 2026 14:58 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Konselor Sebaya bagi peserta didik pendidikan nonformal, Senin 28 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memberikan dukungan dan pendampingan kepada teman sebaya.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Konselor Sebaya berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan saling mendukung.
“Saya menyambut baik kegiatan ini. Konselor Sebaya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan saling mendukung,” ujar Markarius.
Ia menyebut pelatihan Konselor Sebaya bagi pendidikan nonformal merupakan kegiatan perdana di Kota Pekanbaru dan menjadi yang pertama dilaksanakan untuk pendidikan nonformal di Provinsi Riau. Ia berharap para peserta dapat menjadi bagian dari sejarah sekaligus menjalankan peran tersebut dengan penuh keikhlasan.
“Dalam menjalankan tugas sebagai Konselor Sebaya, saya berpesan agar adik-adik melakukannya dengan ikhlas. Jangan mengharapkan imbalan, karena ketika kita ikhlas, insyaallah urusan akan dimudahkan,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan Konselor Sebaya dapat menjadi tempat bagi siswa untuk berbagi cerita sekaligus membantu mendeteksi persoalan yang dialami teman mereka sejak dini.
“Teman sebaya biasanya lebih cepat mengetahui ketika ada persoalan yang dialami temannya, baik kekerasan, perundungan atau bullying, maupun masalah di lingkungan keluarga. Karena itu, Konselor Sebaya kita bentuk sebagai agen untuk membantu mendeteksi persoalan sejak awal,” jelas Abdul Jamal.
Namun, ia menegaskan Konselor Sebaya tidak diperbolehkan mengambil keputusan atau menangani persoalan secara mandiri. Setiap permasalahan yang ditemukan harus disampaikan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) atau wali kelas untuk ditindaklanjuti.
“Teman Konselor Sebaya tidak memutuskan sendiri. Mereka menjadi agen yang menyampaikan persoalan kepada guru BK. Kalau tidak ada guru BK, bisa disampaikan kepada wali kelas, sehingga persoalan anak dapat terdeteksi lebih awal dan lebih mudah diselesaikan,” ujarnya.
Abdul Jamal menambahkan, program tersebut juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperkuat pemenuhan indikator Kota Layak Anak. Ia berharap keberadaan Konselor Sebaya dapat mendukung Pekanbaru meningkatkan predikat Kota Layak Anak ke tingkat Utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....