Bupati Kampar Perkuat Pendidikan Keagamaan
- 19 Sep 2026 23:05 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Bupati Kampar Ahmad Yuzar membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VI tingkat Kabupaten Kampar 2026 di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Bangkinang, Sabtu 19 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) untuk mengembangkan kemampuan, prestasi dan akhlak.
Ahmad Yuzar mengapresiasi seluruh panitia, penyelenggara dan MDTA yang berpartisipasi dalam Porsadin VI. Ia juga mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta Porsadin VI. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan serta prestasi para peserta,” ujar Ahmad Yuzar.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar juga menyinggung hujan yang turun sejak malam hingga pagi hari. Menurutnya, kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang sempat melanda wilayah Kampar.
“Alhamdulillah, pagi ini kita mendapat rahmat dengan turunnya hujan. Mudah-mudahan hujan ini dapat mengurangi kabut asap yang beberapa waktu terakhir kita rasakan. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pelaksanaan salat istisqa,” katanya.
Ahmad Yuzar menegaskan pendidikan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau. Menurutnya, pendidikan agama perlu diberikan sejak dini melalui MDTA untuk membentuk generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, prestasi dan akhlakul karimah.
| Baca juga: Wabup Kampar Dukung Sinergi dengan PA GMNI |
“Untuk membentuk anak-anak yang berakhlakul karimah, harus dimulai sejak dini. Porsadin menjadi salah satu sarana untuk memperdalam ilmu, mengasah kemampuan dan melahirkan generasi muda yang cerdas, berprestasi serta ahli di bidangnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kampar, lanjutnya, akan tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan meskipun kondisi keuangan daerah mengalami penurunan. Pemerintah juga menampung dan memverifikasi aspirasi guru agama, termasuk terkait pemberian gaji guru PDTA.
“Saya berkomitmen memberikan gaji kepada guru PDTA. Untuk pelaksanaan Porsadin ini, Pemkab Kampar juga memberikan bantuan Rp100 juta, ditambah bantuan dari Baznas,” kata Ahmad Yuzar.
Ia menambahkan, dukungan terhadap sektor keagamaan juga diwujudkan melalui bantuan bagi guru pondok pesantren, insentif pengurus masjid paripurna di 21 kecamatan serta program umrah bagi tokoh panutan masyarakat. Pada 2026, sebanyak 29 jamaah dan satu pendamping diberangkatkan melalui program tersebut.
Ahmad Yuzar juga menyampaikan pembahasan Perda PDTA akan dilakukan secara khusus dan menyeluruh agar kebijakan yang dihasilkan dapat berjalan baik.
“Kami ingin sektor keagamaan terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kampar. Mari kita persiapkan generasi penerus yang memiliki ilmu, prestasi dan akhlakul karimah,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....