GMPB Dukung Agrinas dan Satgas PKH Tangani Penguasaan Lahan Kawasan Hutan di Riau

  • 18 Sep 2026 19:39 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru- Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu (GMPB) menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam menangani persoalan penguasaan lahan kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) GMPB, Agel Gandiza, dalam penyampaian sikap di hadapan pihak kepolisian, jajaran PT Agrinas Palma Nusantara, mahasiswa, petani, serta masyarakat yang hadir, Jumat 18 September 2026.

Dalam pernyataan sikapnya, GMPB menyampaikan sejumlah tuntutan dan dukungan terkait langkah penanganan kawasan hutan.

Pertama, GMPB menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas PT Agrinas Palma Nusantara bersama Satgas PKH dalam menjalankan tugas negara memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendukung penuh seluruh langkah tegas PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam melaksanakan tugas negara memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Bumi Melayu," kata Agel.

Selain itu, GMPB mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PBDH tidak hanya melakukan pengusiran terhadap pihak yang disebut sebagai mafia tanah, tetapi juga menelusuri aliran dana dari aktivitas tersebut.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PBDH untuk tidak sekadar mengusir mafia tanah, tetapi melacak aliran dana kejahatan serta menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU guna memiskinkan serta memberikan efek jera kepada seluruh jaringan mafia tanah," tegasnya.

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan pemanfaatan lahan yang berhasil diselamatkan dan kemudian dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara. GMPB meminta lahan tersebut diprioritaskan untuk program redistribusi maupun pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.

"Kami Gerakan Mahasiswa dan Petani Bersatu mendesak agar seluruh lahan yang berhasil diselamatkan dan dikelola oleh Agrinas Palma Nusantara diprioritaskan untuk program redistribusi atau pemberdayaan yang membawa kemakmuran nyata serta membebaskan kaum petani dari segala bentuk penindasan," ujar Agel.

Menanggapi dukungan tersebut, pihak PT Agrinas Palma Nusantara Regional Riau yang diwakili Jefri Tambusai. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Riau, mahasiswa, petani, pucuk suku dan batin yang telah memberikan dukungan terhadap pekerjaan Agrinas Palma Nusantara.

"Kami menyadari dalam pengelolaan ataupun penanganan selama lebih kurang 1 tahun masih banyak kekurangan," ucapnya.

Jefri menilai dukungan masyarakat masih dibutuhkan karena pihaknya mengaku masih menemukan sejumlah kelompok masyarakat yang disebutnya mendapat pengaruh dari cukong.

"Kami sangat membutuhkan dukungan karena masih kami temukan beberapa kelompok ya, beberapa kelompok dari masyarakat-masyarakat kita yang masih dipengaruhi oleh cukong-cukong ya, seolah-olah mereka tertindas," katanya.

Ia berharap ke depan persoalan tersebut dapat direalisasikan dan ditangani dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.

"Nah sekarang apa yang dirasakan ya mungkin tadi perwakilan dari Tambusai Timur, Tambusai Utara, Lubuk Soting sudah merasakan. Ya mudah-mudahan ke depan ya ini akan bisa kita realisasikan dengan baik ya sehingga memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, khususnya di Riau," tutur Jefri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....