DPR RI Dapil Riau II, Syahrul Aidi Usulkan Regulasi AI untuk Media dan Jurnalistik

  • 16 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau II, Syahrul Aidi Maazat, mendorong adanya regulasi khusus terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Menurutnya, perkembangan AI yang semakin luas, terutama dalam bidang media, penyiaran, dan jurnalistik, membutuhkan aturan yang mampu memberikan kepastian serta menjaga penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Syahrul menyampaikan bahwa AI saat ini telah menjadi perhatian global dan telah dibahas dalam berbagai forum internasional, termasuk melalui Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP).

“Melalui Badan Kerja Sama Antarparlemen, AI ini merupakan isu global dan sudah dibahas di forum-forum global seperti IPU. AI sangat erat hubungannya dengan penyiaran, media, dan jurnalistik,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan publik, termasuk bagaimana informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya, dunia jurnalistik menjadi salah satu sektor yang mengalami perubahan signifikan akibat hadirnya teknologi AI. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar pemanfaatan AI dapat berjalan seiring dengan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, tanggung jawab, dan keberimbangan informasi.

Syahrul mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendorong agar Indonesia memiliki regulasi khusus melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang AI di DPR RI.

“Kami merekomendasikan agar undang-undang AI ini dibahas dan dibuatkan RUU-nya di DPR RI. Kami sudah menyurati pimpinan, mudah-mudahan dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia berharap pembahasan regulasi AI dapat menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, regulasi tersebut penting untuk memastikan AI dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung kemajuan, termasuk dalam memperkuat ekosistem media dan jurnalistik di Indonesia.

Syahrul juga menilai bahwa peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya para jurnalis, terhadap teknologi AI perlu terus dilakukan agar insan pers mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai utama jurnalistik sebagai bagian dari pilar demokrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....