BMKG Ingatkan Riau Waspadai Asap dan Kekeringan

  • 15 Sep 2026 20:52 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca yang semakin kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono mengatakan BMKG bersama Stasiun Klimatologi Riau dan Stasiun Meteorologi Japura Indragiri Hulu terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, titik panas serta pergerakan asap di Riau dan wilayah sekitarnya.

Penurunan kualitas udara telah terjadi di Kota Pekanbaru. Berdasarkan pemantauan 14 hingga 15 September 2026, konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sedang hingga berbahaya. Kondisi ini juga disertai penurunan jarak pandang yang pada 14 September tercatat berkisar 0,8 hingga 3 kilometer di sejumlah titik pemantauan.

“Jangan lupa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” imbau Warjono, Selasa 15 September 2026.

BMKG mencatat kondisi Riau semakin kering setelah intensitas hujan menurun secara bertahap sejak 10 hingga 15 September. Sejumlah wilayah timur dan pesisir juga mengalami Hari Tanpa Hujan dengan durasi 1 hingga 60 hari. Bahkan, kategori sangat panjang selama 31 hingga 60 hari terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut. Curah hujan dasarian II September di Riau diprediksi berada pada kategori rendah, yakni sekitar 10 hingga 50 milimeter per dasarian. Minimnya hujan membuat lahan, khususnya gambut, lebih mudah mengering dan rentan terbakar.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. BMKG mengingatkan agar pembakaran sampah dilakukan dengan sangat hati-hati dan masyarakat tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama selama periode musim kemarau,” ungkap Warjono.

Ancaman karhutla juga masih terlihat dari hasil pemantauan satelit. Pada 14 September pukul 23.00 WIB, terdeteksi 96 titik panas di wilayah Riau, dengan enam titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Selain titik panas di dalam wilayah Riau, citra satelit juga menunjukkan adanya sebaran asap dari bagian selatan Sumatera yang bergerak menuju Sumatera bagian tengah hingga utara. Kondisi tersebut turut berpotensi memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Riau.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta rutin memantau informasi cuaca dan kualitas udara. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan BPBD setempat selama kondisi asap masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....