SDN 56 Pekanbaru Sesuaikan MBG di tengah Kabut Asap

  • 15 Sep 2026 14:16 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru membuat sejumlah aktivitas sekolah mengalami penyesuaian, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 56 Pekanbaru. Penyaluran MBG mengikuti kondisi pembelajaran yang diterapkan sekolah, baik saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun pembelajaran tatap muka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 56 Pekanbaru, Mizayati,S.Pd,MM, mengatakan pelaksanaan MBG berjalan menyesuaikan situasi dan jadwal kegiatan belajar siswa. Ketika sekolah menerapkan PJJ, distribusi MBG tidak dilakukan karena siswa6 mengikuti pembelajaran dari rumah.

Ia menjelaskan, perubahan pola pembelajaran yang mengikuti perkembangan kondisi kabut asap membuat sekolah perlu melakukan penyesuaian dalam berbagai kegiatan, termasuk pengaturan pelaksanaan MBG. Hal tersebut dilakukan agar program tetap berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Menurut ibuk Miza, terdapat beberapa perubahan ketika jadwal sekolah kembali berubah dari PJJ ke pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi tersebut, sekolah bersama pihak terkait tetap mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan MBG, termasuk kondisi makanan sebelum diberikan kepada siswa.

“Kalau kondisi makanan tidak memungkinkan untuk dibagikan, tentu tidak diberikan. Yang menjadi perhatian adalah memastikan makanan yang diterima siswa tetap dalam kondisi baik,” jelasnya pada Selasa 15 September 2026.

Saat kegiatan belajar kembali dilakukan secara tatap muka, pelaksanaan MBG di SD Negeri 56 Pekanbaru kembali berjalan. Miza menyebut makanan biasanya diterima sekolah pada pagi hari dan kemudian disalurkan kepada siswa sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, dua hari ini karena anak-anak kembali belajar di sekolah, MBG juga kembali berjalan. Makanan datang lebih pagi, sekitar pukul 09.00 WIB sudah diterima,” katanya.

Selain menyesuaikan pelaksanaan MBG, sekolah juga melakukan pengaturan waktu kegiatan belajar selama kondisi kabut asap berlangsung. Jam pulang siswa diatur agar kegiatan sekolah tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.

Ibuk Miza mengatakan siswa kelas rendah seperti kelas 1 dan 2 dipulangkan lebih awal, sementara siswa kelas 3 hingga kelas 6 tetap mengikuti pembelajaran dengan batas waktu maksimal sebelum pukul 12.00 WIB.

Pihak sekolah terus mengikuti perkembangan kondisi udara serta arahan dari pemerintah daerah dalam menentukan pola pembelajaran. Penyesuaian tersebut dilakukan agar kegiatan pendidikan dan layanan bagi siswa tetap dapat berjalan selama kondisi kabut asap berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....