Kabut Asap Belum Usai, SDN 56 Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Ruangan

  • 15 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru membuat aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah harus disesuaikan. Salah satunya di SD Negeri 56 Pekanbaru, yang melakukan pembatasan kegiatan luar ruangan demi menjaga kondisi siswa selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 56 Pekanbaru, Mizayati,S.Pd,MM, mengatakan pihak sekolah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka ketika kondisi memungkinkan. Namun, berbagai kegiatan yang berpotensi membuat siswa terlalu lama berada di luar ruangan untuk sementara dikurangi.

“Hari ini anak-anak kita sudah masuk kembali. Kami tetap mengikuti arahan dan informasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru serta Dinas Pendidikan terkait kondisi kabut asap,” ujar Miza pada Selasa 15 September 2026.

Ia menjelaskan, sebelumnya sekolah sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak awal September 2026 ketika kondisi kabut asap meningkat. Setelah kualitas udara membaik, kegiatan belajar kembali dilakukan di sekolah, namun pola pembelajaran kembali disesuaikan ketika kabut asap kembali muncul.

Selama pembelajaran tatap muka berlangsung, pihak sekolah mengimbau siswa untuk menggunakan masker, terutama saat perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. Selain itu, aktivitas yang biasanya dilakukan di luar kelas, seperti olahraga dan kegiatan literasi luar ruangan, sementara dihentikan.

“Kegiatan anak-anak lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Untuk aktivitas di luar seperti olahraga dan kegiatan lainnya kami batasi terlebih dahulu karena kondisi udara masih belum stabil,” katanya.

Miza menyebut, pelaksanaan PJJ juga memiliki tantangan tersendiri bagi sekolah. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan perangkat dan akses internet yang dimiliki sebagian siswa sehingga sekolah tidak sepenuhnya menerapkan pembelajaran daring secara langsung melalui aplikasi seperti Zoom.

“Kalau Zoom tentu ada kendala. Tidak semua anak memiliki HP, dan yang memiliki HP pun belum tentu punya paket internet. Kalau dipaksakan, kemungkinan yang bisa mengikuti hanya sebagian kecil,” ucapnya.

Karena kondisi tersebut, SD Negeri 56 Pekanbaru memilih menerapkan sistem PJJ yang lebih menyesuaikan keadaan siswa. Guru memberikan tugas melalui pesan, mencetak bahan tugas, serta mengatur pengambilan tugas bagi siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah dengan tetap memperhatikan penggunaan masker.

Menurut Miza, keputusan terkait pembelajaran terus mengikuti perkembangan kondisi udara dan arahan pemerintah. Pihak sekolah berharap kualitas udara segera membaik agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal seperti biasanya.

“Kami tetap berusaha memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada anak-anak. Namun dalam kondisi seperti ini, kesehatan dan kenyamanan siswa tetap menjadi perhatian utama,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....